Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

📅 Senin, 28 Sep 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menag Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia Doc: Kemenag
Ket. Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dalam gelaran International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dipercaya menjadi Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) setelah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 menyepakati pembentukan organisasi tersebut.

“Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar, saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/9).

Dipilihnya Menag Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI disambut para imam besar, mufti, dan delegasi negara yang hadir dalam IGIC 2026.

Menag berharap dukungan dari para imam besar dunia dalam mengemban amanah tersebut dan bertekad menjalankan tugas dengan baik serta siap mengabdikan diri, tenaga, pikiran, dan waktunya demi kemaslahatan umat.

Ia menegaskan masjid harus kembali memainkan peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, masjid tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi ruang yang memberdayakan umat, mempertemukan masyarakat, dan menghadirkan manfaat bagi kemanusiaan.

“Masjid itu kita harus mengubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjid-lah yang harus memberdayakan umat,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan fungsi masjid pada masa Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam (SAW). tidak terbatas pada pelaksanaan ibadah. Masjid juga menjadi tempat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, konsultasi, pertemuan, hingga ruang untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

“Masjid itu bukan hanya tempat, tetapi juga tempat pemberdayaan umat, masjid itu sekretariat negara, sekretariat memberdayakan imam, masjid juga baitul mal, pada zamannya,” katan Menag Nasaruddin Umar.

IAMI atau Majelis Imam Masjid Dunia dibentuk sebagai respons banyak masukan dari berbagai imam, mufti, dan delegasi dari 46 negara dalam forum IGIC 2026.

IAMI berkedudukan di Jakarta sebagai sekretariat permanen dan pusat administrasi. Sementara itu kantor wilayah IAMI berkedudukan di Kuala Lumpur (Asia), Kairo (Timur Tengah), Nairobi (Afrika), London (Eropa), New York (Amerika Utara), Rio de Janeiro (Amerika Selatan), serta Canberra (Australia dan Pasifik).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Pawai Khitong Jadi Magnet B...
Ekonomi
Kementerian UMKM Dorong Pro...
Daerah
Kadin Kota Jayapura Buka Pe...
Advertisement
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.