Cegah Pernikahan Dini, Dinas Pemberdayaan Perempuan Baubau Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan
📅 Senin, 28 Sep 2026, 13:53 WIB | Oleh: Tim PenulisKENDARI – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) membentuk program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di delapan sekolah percontohan guna mencegah perkawinan anak dan kehamilan usia remaja.
Kepala DP3AKB Kota Baubau Abdul Rahman dihubungi di Kendari, Senin (28/9), mengatakan pembentukan SSK terobosan pendidikan yang mengintegrasikan materi kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga secara terstruktur ke dalam proses pembelajaran formal maupun kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
"Sekolah Siaga Kependudukan menjadi salah satu upaya strategis untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada generasi muda mengenai dinamika kependudukan serta berbagai tantangan sosial yang akan mereka hadapi di masa depan," kata dia.
Kepala bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, Penggerakan, dan Keluarga Berencana DP3AKB Kota Baubau Suciati menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap awal ini difokuskan pada delapan sekolah yang masing-masing mewakili delapan kecamatan di Kota Baubau.
Ia menjelaskan materi edukasi dalam program SSK dirancang khusus untuk mengenalkan berbagai aspek kependudukan, mulai dari pemanfaatan potensi bonus demografi, pelestarian lingkungan, kehidupan sosial, hingga kondisi ekonomi daerah.
Selain itu, penekanan utama diberikan pada edukasi kesehatan reproduksi remaja serta pentingnya kesadaran merencanakan masa depan.
"Melalui pemahaman yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, kami berharap para siswa terhindar dari risiko perkawinan usia anak dan kehamilan pada masa remaja yang berpotensi mengganggu masa depan mereka," ujar Suciati.
Dia menambahkan aspek pemenuhan gizi seimbang dan penerapan pola hidup sehat turut disisipkan dalam program ini sebagai bekal awal para siswa sebelum memasuki jenjang pernikahan di masa mendatang.
"Langkah preventif ini juga dinilai amat krusial untuk memutus rantai masalah gizi dan mendukung program percepatan penurunan angka stunting secara berkelanjutan di wilayah Kota Baubau," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!