Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 17:41 WIB | Oleh:

Itu bukan masalah. Justru seperti itulah seharusnya olahraga prestasi dibangun.

Konsistensi

Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, atau negara-negara yang konsisten menjadi kekuatan olahraga Asia tidak membentuk atlet elite dalam satu atau dua tahun menjelang multievent.

Indonesia juga tidak bisa berharap berbeda.

Asian Games 2026 karena itu jangan hanya dinilai dari apakah empat emas tercapai.

Ajang tersebut juga bisa menjadi kesempatan untuk melihat seberapa banyak atlet Indonesia yang sudah benar-benar berada di level elite Asia.

Beberapa cabang sudah mempunyai dasar kuat.

Angkat besi datang dengan sejumlah lifter yang berada dalam persaingan medali. Panjat tebing memiliki atlet yang terbiasa bertanding di tingkat dunia. Bulu tangkis tetap mempunyai tradisi dan kedalaman yang membuatnya terus berada dalam pembicaraan medali.

Mereka menjadi tumpuan.

Pekerjaan yang sesungguhnya adalah memperpanjang daftar itu.

Indonesia membutuhkan lebih banyak cabang yang datang ke Asian Games bukan dengan berharap terjadi kejutan, tetapi karena atletnya sejak awal memang berada dalam perhitungan juara.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bahkan membuka kemungkinan kejutan itu.

“Empat targetnya, ya ada dari bulu tangkis, dari angkat besi, panjat tebing. Mungkin cabang-cabang olahraga lainnya yang potensinya perak siapa tahu kepeleset jadi emas,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.