Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 17:41 WIB | Oleh: OpikTentu tidak ada yang salah dengan berharap.
Olahraga selalu ada kejutan. Unggulan bisa terpeleset. Atlet yang tidak diperhitungkan dapat tampil luar biasa. Calon peraih perak pun bisa pulang membawa emas.
Dewi Fortuna memang selalu mempunyai tempat di arena pertandingan.
Tetapi tugas sistem olahraga bukan menunggu keberuntungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tugasnya memperbesar peluang agar keberuntungan hanya menjadi bonus.
Jika tiga nomor emas dari Hangzhou hilang, tantangannya bukan sekadar mengurangi target dari tujuh menjadi empat.
Tantangannya adalah menggunakan waktu yang tersedia untuk menemukan tiga, empat, atau bahkan lebih sumber emas baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelatnas multiyears, sinkronisasi MTN dengan DBON, pembenahan data atlet, penguatan sport science, serta pendanaan berbasis kinerja menawarkan arah ke sana.
Sekarang yang dibutuhkan adalah kesinambungan.
Jangan sampai empat tahun lagi Indonesia kembali membicarakan masalah yang sama dengan nama program yang berbeda.
Jangan pula setiap pergantian kepemimpinan membuat olahraga kembali sibuk menyusun fondasi. Sebab atlet tidak bisa menunggu sistem selesai mencari bentuk.
Asian Games berikutnya akan datang. Olimpiade juga terus berjalan. Pada akhirnya, empat emas di Aichi-Nagoya tetap penting. Kalau menjadi lima, enam, atau lebih tentu makin baik.
Dewi Fortuna pun dipersilakan membantu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!