Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 17:41 WIB | Oleh: OpikIndonesia seharusnya juga membangun sumber emas baru.
Di sinilah Asian Games 2026 menarik untuk dibaca, bukan hanya sebagai pertandingan, tetapi juga sebagai cermin pembinaan olahraga Indonesia.
Persiapan
Persiapan menuju Jepang memang tidak seluruhnya berjalan ideal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelatnas renang sempat berlangsung terpusat sebelum atlet kembali berlatih di klub masing-masing ketika anggaran masih dalam pembahasan.
Rowing hanya memperoleh satu uji coba internasional sepanjang persiapan.
Atletik harus memusatkan sumber daya kepada tim utama sehingga program atlet lapis kedua dikembalikan ke daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tinju, anggar, dan tenis meja bahkan menjalani persiapan melalui skema pendanaan mandiri federasi maupun mitra.
Atlet tetap berlatih. Pelatih tetap bekerja. Federasi mencari jalan.
Pemerintah kemudian menambah anggaran pelatnas Asian Games dari Rp127 miliar menjadi Rp222 miliar, di luar biaya pengiriman kontingen.
Tambahan itu tentu penting.
Tetapi olahraga prestasi mempunyai sesuatu yang tidak bisa dibeli kembali: waktu.
Uji coba internasional yang batal tidak selalu bisa diganti sebulan sebelum pertandingan. Program latihan mempunyai siklus. Kondisi fisik, teknik, pemulihan, evaluasi, dan pencapaian performa puncak tidak bisa diselesaikan sekaligus ketika pertandingan sudah di depan mata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!