Bongkar Rahasia Rumah Tangga Awet: PKK Makassar Larang Catin Tergiur Cuan Cepat Judol!
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 01:35 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
MAKASSAR - Tim Penggerak PKK Kota Makassar membekali para calon pengantin cara mengelola keuangan sebagai upaya dini mencegah masyarakat terjerat pinjaman online (pinjol) hingga judi online (judol).
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) dengan tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online” di Makassar, Rabu.
"Kegiatan ini mengangkat pesan untuk calon pengantin fokus bangun masa depan, bukan terjerat utang," ujar Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar Kamelia Thamrin Tantu.
KISAH merupakan salah satu program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar yang diikuti sekretaris berserta jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader PKK kelurahan, serta pasangan calon pengantin.
Kegiatan ini, kata dia, sebagai pengingat pentingnya membangun fondasi keluarga sejak sebelum pernikahan, termasuk dalam aspek kesehatan, ekonomi, mental spiritual, hukum, hingga pengelolaan keuangan.
Selain kesehatan, Kamelia mengatakan tidak kalah penting calon pengantin membicarakan persoalan keuangan secara terbuka sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Pasalnya, pembahasan mengenai pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga, hingga siapa yang bertanggung jawab mengatur keuangan perlu disepakati sejak awal agar tidak menjadi sumber konflik setelah menikah.
“Jangan sampai sudah menikah baru mau berbicara uangnya siapa yang pegang. Hal-hal seperti ini sangat penting dibicarakan sejak awal,” tuturnya.
Untuk itu, Kamelia menegaskan penguatan ketahanan keluarga juga harus dibarengi dengan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Kegiatan KISAH menghadirkan Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan Nadhilah Avissa Nashar sebagai pemateri.
Dia membawakan materi “Keluarga Bahagia, Financial Tertata: Kenali Pengelolaan Keuangan dan Waspadai Aktivitas Keuangan Ilegal”.
Dalam pemaparannya, Nadhilah menjelaskan pentingnya pengelolaan keuangan secara sederhana dalam keluarga, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan, hingga berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang berpotensi merugikan.
Peserta juga diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan keuntungan cepat yang dapat membawa keluarga pada masalah keuangan.
Sementara itu, pemateri kedua Penyuluh Agama Syamsiah menyampaikan materi mengenai penguatan ketahanan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Dia memberikan nasihat kepada calon pengantin agar membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, menjalankan tanggung jawab bersama, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!