Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 12:13 WIB | Oleh:
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani Doc: ist
Ket. pemeriksaan kesehatan

PALU – Masyarakat yang tidak punya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), jangan khawatir. Mereka dapat masuk program Berani. 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) melalui program BERANI Sehat menanggung pelayanan medis tertentu yang tidak masuk dalam pembiayaan JKN

"Di sini letak kelebihan program prioritas kami usung dalam pembangunan daerah di sektor kesehatan," kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido di Palu, Jumat.

‎Ia menjelaskan pembiayaan BERANI Sehat terbagi dalam skema JKN dan non-JKN. Pada skema JKN pelayanan standar yang ditanggung BPJS Kesehatan pembiayaannya disalurkan melalui BPJS Kesehatan, sedangkan pelayanan medis yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan masuk dalam skema non-JKN dan pembiayaan dibayarkan langsung Pemerintah Sulawesi Tengah kepada rumah sakit.

Cakupan pelayanan yang masuk skema non-JKN ditanggulangi program prioritas pemerintah daerah (pemda) setempat yakni korban kekerasan dalam rumah tangga, kecelakaan tunggal atau kasus kesehatan tertentu yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, rawat jalan melalui alur rujukan puskesmas, maupun layanan pendukung kesehatan lain.

"Masyarakat silakan manfaatkan kemudahan layanan yang telah diberikan pemerintah untuk berobat," ujarnya.

‎‎Skema tersebut, kata dia, menjadi bagian dari program BERANI Sehat untuk memastikan masyarakat yang memenuhi ketentuan tetap mendapatkan pelayanan medis, meskipun layanan yang dibutuhkan tidak masuk dalam manfaat JKN.

‎‎Ia menjelaskan penerima manfaat BERANI Sehat harus memenuhi persyaratan administrasi kependudukan.

‎‎“Syarat mutlak penerima manfaat BERANI Sehat adalah memiliki KTP atau Kartu Keluarga (NIK) Sulawesi Tengah, agar tidak menjadi temuan pemeriksaan anggaran,” ucapnya.

‎‎Dengan persyaratan tersebut, pemerintah daerah melakukan verifikasi penerima manfaat sekaligus memastikan penggunaan anggaran program sesuai sasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.