BMKG Sebut Riau Masuki Fase Peralihan Musim Kemarau ke Penghujan
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 15:46 WIB | Oleh: SujarPEKANBARU -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan Provinsi Riau mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang jauh lebih tinggi.
Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono, mengatakan masa peralihan musim tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Pasalnya sejumlah wilayah di bagian utara Provinsi Riau sudah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
"Sebagian wilayah utara seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan sebagian Bengkalis sudah mulai memasuki musim hujan. Pada bulan depan, curah hujan akan bergeser ke wilayah selatan, meliputi Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir," katanya di Pekanbaru, Rabu.
Dia memperkirakan puncak musim penghujan di Riau akan berlangsung pada November hingga Desember. Meski durasinya relatif singkat, curah hujan yang turun diperkirakan memiliki volume cukup tinggi sehingga perlu diantisipasi.
Kondisi tersebut ibaratnya curah hujan selama enam bulan namun harus turun dalam periode empat bulan. Akibatnya, hujan dapat terjadi dengan intensitas tinggi pada waktu singkat dan berpotensi memicu kondisi cuaca ekstrem.
"Diibaratkan seperti hujan enam bulan yang harus turun dalam waktu empat bulan, sehingga intensitasnya akan sangat deras dalam waktu singkat," ungkapnya.
Oleh karena itu, seluruh pihak diminta tetap mewaspadai potensi dampak yang dapat muncul selama masa peralihan maupun puncak musim penghujan. Curah hujan tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan potensi terjadinya banjir di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, Warjono menegaskan masuknya musim penghujan bukan berarti ancaman Karhutla sepenuhnya berakhir. Pasalnya masih terdapat periode tertentu ketika curah hujan rendah yang dapat menyebabkan kondisi lahan kembali kering dan berpotensi memicu kebakaran.
"Jadi ada dua hal yang perlu kita waspadai. Di musim hujan masih ada potensi karhutla, sementara di sisi lain kita juga mulai beralih kepada kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem," tegasnya
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!