Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata di Sulsel Terus Dimatangkan Tim

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 06:00 WIB | Oleh:
Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata di Sulsel Terus Dimatangkan Tim Doc: antara foto
Ket. Pembangunan bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulsel.

MAKASSAR - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang bersama tim persiapan Penentuan Lokasi (Penlok) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mematangkan dokumen akhir proses pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk Pembangunan Bendungan Jenelata.

"Persiapan tim Penlok kini sedang berproses pada pembahasan konsep atau draf final permohonan Penlok beserta data-data pendukungnya," kata Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi saat dikonfirmasi wartawan dari Makassar, Selasa (22/9).

Draf dokumen permohonan tersebut setelah selesai dibahas, akan di ajukan kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) penetapan pelaksanaan proyek tersebut berada di Kabupaten Gowa, Sulsel.

"Nantinya (dokumen draf final) itu akan ditetapkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan untuk menjadi SK Penlok pengadaan tanah Bendungan Jenelata," ujar Herianto.

Pembangunan Bendungan Jenelata memerlukan lahan seluas 1.772,28 hektare dibagi menjadi 2.991 bidang. Sejauh ini, lahan yang sudah dibebaskan baru sekitar 238,92 hektare atau 855 bidang, sehingga masih tersisa 1.533,36 hektare lahan belum dibebaskan.

Selain itu, Tim Persiapan Penlok telah melaksanakan tahap awal pengadaan tanah termasuk memastikan lahan-lahan yang akan dibebaskan itu, bebas sengketa serta menyampaikan pemberitahuan kelanjutan pembangunan bendungan tersebut.

"Tim Persiapan Penlok Pemprov Sulsel sudah melaksanakan pemberitahuan awal pembangunan bendungan, mengidentifikasi serta menginventarisasi awal lokasi yang terdampak, maupun melakukan konsultasi publik terhadap pihak yang terdampak (masyarakat)," katanya.

Setelah tahapan awal tersebut selesai, proses selanjutnya diarahkan pada penyelesaian dokumen permohonan Penlok serta data pendukung yang diperlukan untuk menjadi dasar gubernur menetapkan lokasi pengadaan tanah pembangunan bendungan melalui SK.

Penetapan Penlok tersebut menjadi tahapan penting, sebelum pelaksanaan pengadaan tanah pada pembangunan Bendungan Jenelata dilanjutkan ke tahapan pembangunan berikutnya.

Pembangunan Bendungan Jenelata menyasar sejumlah wilayah di beberapa desa, seperti Desa Tanah Karaeng, Desa Bissoloro, Desa Palantikang, Desa Buakkang, Desa Mangempang, Desa Bontomanai, dan Desa Bilalang, Kabupaten Gowa. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028.

Bendungan itu menjadi salah satu program prioritas pembangunan pemerintah pusat lima tahun ke depan. Anggarannya senilai Rp4,15 triliun lebih menggunakan dana Loan Cexim (agreement) Bank Tiongkok sebesar 85 persen, dan 15 persen dana pendampingan dari Kementerian Prasarana Umum melalui APBN.

Untuk pengerjaan proyek PSN tersebut dikerjakan dengan KSO (Kerja Sama Operasi) masing-masing PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero), serta KSO CAMC Engineering Co.Ltd dari China. Bendungan ini menggunakan konstruksi CFRD (Concrete Face Rock Dam), dengan inti tegak bendungan setinggi 62,8 meter.

Daya tampung efektif bendungan sebesar 223,6 juta meter kubik dan dimanfaatkan untuk mereduksi banjir aliran Sungai Jenelata dari debit 1.800 meter kubik per detik menjadi 686 meter kubik per detik, dengan luas area genangan 12,20 kilometer persegi.

Manfaat dari Bendungan Jenelata akan menyediakan air baku sebesar 6,05 meter kubik per detik, ketersediaan air untuk digunakan irigasi seluas 26.773 hektare serta potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 7 Mega Watt.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

BPBD DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.