Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov NTB Beri Potongan hingga 10 Persen ke Wajib Pajak Kendaraan yang Bayar Lebih Awal

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 14:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov NTB Beri Potongan hingga 10 Persen ke Wajib Pajak Kendaraan yang Bayar Lebih Awal Doc: ANTARA
Ket. Petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Jasa Raharja memberikan apresiasi kepada salah seorang wajib pajak yang membayar pajak kendaraan lebih awal, Rabu (30/9/2026). 

KOTA MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan insentif kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang membayar lebih awal berupa potongan pajak hingga 10 persen serta kesempatan mengikuti Undian Gebyar Pajak dengan hadiah belasan unit sepeda motor.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, Zuhudy Kadran, mengatakan kebijakan tersebut diberikan untuk mendorong masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan sebelum jatuh tempo.

"Selama ini wajib pajak yang taat jarang mendapatkan apresiasi. Yang terlambat justru mendapatkan sanksi denda, padahal pajak yang dibayarkan wajib pajak ikut berkontribusi pada pembangunan NTB," katanya di Mataram, Rabu (30/9).

Ia menjelaskan besaran potongan pajak ditentukan berdasarkan waktu pembayaran sebelum jatuh tempo. Pembayaran 61–90 hari sebelum jatuh tempo mendapatkan potongan 10 persen untuk kendaraan roda dua dan lima persen untuk kendaraan roda empat.

Sementara pembayaran 31–60 hari sebelum jatuh tempo mendapatkan potongan lima persen untuk kendaraan roda dua dan dua persen untuk kendaraan roda empat.

Selain mendapatkan potongan, wajib pajak yang memenuhi ketentuan pembayaran juga secara otomatis diikutsertakan dalam Undian Gebyar Pajak yang disiapkan Pemerintah Provinsi NTB.

Zuhudy mengatakan skema insentif tersebut merupakan bagian dari kebijakan perpajakan daerah terbaru yang diatur melalui Peraturan Daerah NTB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Menurut dia, kebijakan tersebut mengusung semangat "Pajak Adil untuk NTB Maju" dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus melakukan penyesuaian terhadap kendaraan berkapasitas besar serta penggunaan bahan bakar pada sektor industri dan pertambangan.

Dalam kebijakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sepeda motor berkapasitas di bawah 150 cc dan mobil di bawah 1.500 cc tetap dikenakan tarif 1,025 persen sehingga tidak mengalami kenaikan.

"Penyesuaian menjadi 1,075 persen hanya diberlakukan terhadap sepeda motor di atas 150 cc dan mobil di atas 1.500 cc," katanya.

Penyesuaian tarif juga diterapkan pada Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), dari lima persen menjadi 7,5 persen, yang secara khusus diberlakukan terhadap penggunaan bahan bakar pada sektor industri dan pertambangan.

"Sementara BBM yang digunakan untuk transportasi umum dan kendaraan masyarakat sehari-hari tidak dikenakan kenaikan tarif," ujarnya.

Zuhudy mengatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan penerimaan daerah tanpa menambah beban mobilitas masyarakat maupun aktivitas transportasi publik.

"Pemprov NTB mendorong sistem perpajakan daerah yang lebih proporsional sekaligus memberikan insentif bagi masyarakat untuk membayar pajak lebih awal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Dishub Bandung Prihatin ata...
Daerah
HUT Jatim, Pemprov Bebaskan...
Daerah
Pemkot Bandung Tertibkan 20...

Dinkes Tangerang Waspadai Influenza Tipe A pada Anak

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dinkes Tangerang Waspadai I...

Pemkot Tangerang Perkuat Ekosistem Olahraga

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perkuat Ek...
Advertisement
Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.