Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gletser Swiss Kehilangan Seperlima Massanya dalam 5 Tahun, Ketersediaan Air Terancam

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 14:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gletser Swiss Kehilangan Seperlima Massanya dalam 5 Tahun, Ketersediaan Air Terancam Doc: AFP
Ket. GLAMOS mendasarkan temuannya pada pengukuran ekstensif di 23 gletser referensi pada bulan September, yang kemudian diekstrapolasi ke hampir 1.300 formasi gletser yang masih ditemukan di Swiss.

LES DIABLERETS - Gletser Swiss, yang terkena dampak perubahan iklim secara tidak proporsional, telah kehilangan hampir 20 persen massanya dalam lima tahun, kata para ahli, Kamis (1/10). Tahun 2026  pencairan terbesar kedua dalam sejarah.

Jaringan Pemantauan Gletser di Swiss (GLAMOS) dalam sebuah studi baru mencatat bahwa gletser Swiss mengalami pencairan sebesar 5,5 persen dari volumenya tahun ini.

"Gletser-gletser tahun ini telah kehilangan sejumlah besar es," kata kepala GLAMOS, Matthias Huss.  Ia menggambarkan tahun 2026 sebagai "tahun yang membawa bencana".

Ia menatap gletser Scex Rouge yang memiliki ketinggian hampir 3.000 meter dari permukaan laut itu dengan putus asa.

"Ini adalah gletser yang tidak akan bertahan," katanya.

"Mungkin tidak akan ada es lagi dalam 10 atau mungkin 15 tahun ke depan."

Dia dengan hati-hati membongkar tiang pengukur aluminium sepanjang empat meter yang ditancapkan di tengah gletser.

Pada akhir Juli, ketika dipasang, alat itu tertanam sepenuhnya, tetapi sekarang lebih dari tiga meter menonjol dari permukaan es yang berwarna abu-abu.

"Bukan berarti kami terkejut, karena kami tahu seberapa cepat gletser mencair," kata Huss.

"Namun, melihat warna-warna pegunungan di tempat yang sudah tidak ada salju lagi, hanya ada bebatuan dan gletser gelap yang merupakan peninggalan masa lalu... sungguh luar biasa."

Antara tahun 2022 dan 2026, laju pencairan gletser di Swiss "lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode lima tahun yang dipantau sebelumnya", demikian menurut laporan GLAMOS, yang mencatat kehilangan volume es hampir 20 persen sejak tahun 2021.

Meskipun gletser di Swiss telah lama menyusut, pencairannya baru-baru ini meningkat secara dramatis.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa sementara 10 persen volume es Swiss menghilang antara tahun 1990 dan 2000, 27 persen hilang dalam 10 tahun terakhir.

GLAMOS mendasarkan temuannya pada pengukuran ekstensif di 23 gletser referensi pada bulan September, yang kemudian diekstrapolasi ke hampir 1.300 formasi gletser yang masih ditemukan di Swiss.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...

Bekasi Segera Memiliki Bupati Definitif

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bekasi Segera Memiliki Bupa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.