Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WhatsApp Perkenalkan Fitur Kontrol Orang Tua untuk Pengguna Remaja

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 14:36 WIB | Oleh:
WhatsApp Perkenalkan Fitur Kontrol Orang Tua untuk Pengguna Remaja Doc: AFP

WhatsApp memperkenalkan fitur kontrol orang tua baru untuk remaja. Fitur baru ini akan memberikan pilihan bagi orang tua, seperti pemberitahuan saat anak mereka bergabung atau keluar dari grup.

Mengutip laporan BBC, orang tua juga dapat menentukan pengaturan privasi untuk akun anak mereka.

Dalam sebuah unggahan blog, WhatsApp mengklarifikasi bahwa orang tua tidak akan diberi wewenang untuk melihat pesan yang dikirim dan diterima anak remaja mereka. Pesan dan panggilan telepon akan tetap bersifat pribadi dan dilindungi oleh end-to-end encryption.

Disebutkan bahwa kontrol tersebut bersifat opsional. Analis media sosial Matt Navarra menyebutnya "kelemahan yang jelas".

Dia mengatakan langkah itu "cukup menguntungkan" bagi Meta, pemilik WhatsApp, karena mengurangi ketergantungan perusahaan pada verifikasi usia dengan memberikan sebagian tanggung jawab kepada orang tua dan remaja.

"Meta sedang berupaya menunjukkan kepada regulator bahwa kami memiliki sistem keamanan anak, kami memiliki kontrol orang tua, dan kami sedang menerapkannya di seluruh platform kami," katanya.

"Saya rasa pertanyaan besar yang belum terjawab adalah apakah cukup banyak keluarga yang benar-benar akan menggunakannya."

Menurut ketentuan perusahaan, usia minimum pengguna WhatsApp adalah 13 tahun, namun anak usia 10 hingga 12 tahun kini bisa menggunakan WhatsApp melalui akun khusus yang dikelola dan diawasi oleh orang tua (parent-managed accounts). 

Menurut perusahaan tersebut, orang tua dapat menyesuaikan atau mematikan kontrol kapan saja.

Pengaturan akan "mudah diatur" menggunakan PIN yang ditetapkan oleh orang tua, yang dibutuhkan remaja jika mereka ingin mematikan kontrol tersebut.

Beberapa fitur privasi baru mencakup pemilihan siapa yang dapat melihat foto profil anak dan siapa yang dapat menambahkan mereka ke grup.

Orang tua juga dapat memilih bagaimana anak remaja mereka menggunakan Channels, yang memungkinkan organisasi dan tokoh publik mengirimkan konten.

Dan mereka akan memiliki pilihan untuk memilih antara pengaturan default 13+ untuk Meta AI, asisten AI bawaan opsional aplikasi, atau opsi "Konten Terbatas" yang lebih ketat.

"Semua kontrol ini dirancang untuk mendukung percakapan terbuka tentang cara menggunakan WhatsApp antara orang tua dan remaja, sambil tetap menjaga kerahasiaan pesan pribadi setiap orang," kata perusahaan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemensos: Pemerintah akan Perluas Registrasi Bansos

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemensos: Pemerintah akan P...

BMKG: Musim Hujan di Banten Mulai November

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: Musim Hujan di Banten...
Daerah
Dishub Bandung Prihatin ata...
Daerah
HUT Jatim, Pemprov Bebaskan...
Advertisement
Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

Presiden Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet Besar-besaran

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.