Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akibat Efisiensi, Cadangan Beras Bima Turun dari 13,4 Ton Menjadi 6 Ton

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akibat Efisiensi, Cadangan Beras Bima Turun dari 13,4 Ton Menjadi 6 Ton Doc: ANTARA
Ket. Tim Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima memeriksa kelayakan dan stok sejumlah beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) yang disimpan di salah satu gudang untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam kondisi darurat, bencana, dan gejolak harga, Senin (30/9/2026).

BIMA – Cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, beras pada 2026 hanya 6 ton atau jauh di bawah kebutuhan ideal 68,8 ton, setelah volumenya turun dari 13,4 ton pada 2025 akibat efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Amrin Munawar, mengatakan penurunan tersebut merupakan konsekuensi penyesuaian penyediaan cadangan pangan dengan kemampuan anggaran daerah.

"Penurunan volume CPPD tersebut disebabkan efisiensi anggaran. Idealnya 68,8 ton, tetapi kembali lagi disesuaikan dengan kemampuan daerah," katanya.

Meski berada di bawah kebutuhan ideal, Amrin mengatakan stok beras yang tersedia saat ini masih mencukupi dan belum menghadapi kendala dalam penyediaannya.

Ia menjelaskan CPPD merupakan persediaan pangan yang dikuasai dan dikelola pemerintah daerah untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga, bencana alam, bencana sosial, maupun kondisi darurat.

"CPPD tetap selalu tersedia. Daerah selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat," ujarnya.

Untuk memperkuat pengelolaan cadangan pangan, Pemkab Bima mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Sidang III Tahun Sidang 2026 DPRD Kabupaten Bima, Senin (28/9).

Bupati Bima Ady Mahyudi melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bima Fatahullah mengatakan Raperda tersebut diperlukan sebagai landasan hukum bagi intervensi pemerintah ketika terjadi gangguan ketersediaan dan akses pangan masyarakat.

"Regulasi ini diharapkan memungkinkan pemerintah daerah melakukan intervensi ketika terjadi situasi darurat, bencana alam, kerawanan pangan kronis, atau lonjakan harga ekstrem di pasar," katanya.

Menurut dia, cadangan pangan menjadi instrumen untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tertangani ketika terjadi kondisi yang memengaruhi ketersediaan maupun kemampuan memperoleh pangan.

Fatahullah mengatakan aturan tersebut juga diharapkan memberikan kepastian dukungan anggaran melalui APBD sekaligus memperkuat kelembagaan dan pengawasan dalam pengelolaan cadangan pangan.

Regulasi itu juga diharapkan mempercepat penyaluran bantuan pangan dan logistik kepada masyarakat terdampak dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran dan akuntabilitas.

"Melalui regulasi ini, penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan akuntabel tanpa terhambat birokrasi," ujarnya.

Pemkab Bima menilai penguatan tata kelola cadangan pangan diperlukan untuk membangun sistem ketahanan pangan berkelanjutan. Dinas Ketahanan Pangan juga terus memantau ketersediaan beras dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat untuk memastikan cadangan tetap tersedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.