Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geger Sungai Brantas Mendadak Berubah Warna Ungu, Pemkot Malang Siap Cabut Izin Pabrik Nakal

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 06:35 WIB | Oleh:
Geger Sungai Brantas Mendadak Berubah Warna Ungu, Pemkot Malang Siap Cabut Izin Pabrik Nakal Doc: ANTARA/Didik Suhartono
Ket. Ilustrasi. Dua aktivis lingkungan dari Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) membentang poster saat aksi kampanye penyelamatan Sungai Brantas bertajuk Brantas Pulih, Rengkik Kembali, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026).

MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur menyelidiki penyebab berubahnya warna air Sungai Brantas di kawasan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, yang mendadak menjadi keunguan. 

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Rabu malam, menyampaikan, akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk mendapatkan data detail terkait kejadian tersebut.

"Data terkait kejadian tersebut akan kami lihat lagi, soal permasalahannya (perubahan warna air), apakah ini karena limbah atau dari faktor lainnya. Saya akan menanyakan kembali ke DLH," kata Wahyu, Kamis (1/10).

Wahyu menegaskan, apabila dari hasil penyelidikan dan pengumpulan fakta menunjukkan adanya indikasi pelanggaran pembuangan limbah oleh suatu perusahaan, maka pemerintah daerah tak segan menjatuhkan sanksi berupa pencabutan izin dan penutupan usaha.

Ia menyampaikan limbah tidak boleh dibuang langsung tanpa melalui serangkaian proses pengolahan karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, termasuk ke wilayah sungai.

Lebih lanjut, ungkapnya, meskipun sebuah lini usaha telah memiliki instalasi pengolahan air limbah, namun sistem atau sarana harus diverifikasi sehingga hasil olahan bisa aman ketika dibuang.

"Harus ada analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDALnya. Jadi, tidak hanya sekadar ada instalasi pengolahannya saja tapi harus ada penilaian dari komisi AMDAL bahwa ini layak dibuang," ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta (PJT) I Ivania Aestrianingsih, mengatakan, pihaknya bersama DLH Kota Malang dan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) setempat telah mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan.

Meski demikian, pihaknya tak bisa langsung memastikan penyebab kejadian itu, sebab untuk mengetahui kandungan zat yang menyebabkan perubahan warna pada air Sungai Brantas harus berdasarkan hasil uji laboratorium.

"Kami belum bisa memastikan apakah mengandung limbah atau tidak, selama hasil laboratoriumnya belum keluar," kata Ivania.

Ia menyampaikan, untuk saat ini kondisi air sungai sudah tidak lagi berwarna ungu dan tak tercium bau menyengat.

"Hasil resmi laboratorium nantinya akan dipublikasikan oleh DLH begitu seluruh pengujian selesai," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Nasional
KPK Berwenang Jemput Paksa ...
Nasional
Aksi Penyampaian Aspirasi B...
Luar Negeri
Prancis Perpanjang Jam Malam
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.