Dari Formula 4 Menuju Formula 1, Perjuangan Panjang Pembalap Wanita Mengakhiri Penantian 50 Tahun
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKelompok kedua, yang terdiri dari delapan pembalap, dipilih dari sekitar 1.500 pendaftar.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalannya bukan semata-mata kekurangan pembalap perempuan. Tantangannya adalah menciptakan jalur yang memungkinkan talenta tersebut berkembang hingga level tertinggi.
Stanton mengatakan ambisi utama program tetap sama: melahirkan juara dunia F1 perempuan pertama.
Namun, ia menyadari bahwa perjalanan menuju target tersebut tidak bisa dinilai hanya dari satu pencapaian.
“Ambisinya tetap bahwa kami ingin melihat pembalap perempuan pertama memenangkan Kejuaraan F1,” ujarnya. “Tetapi kami juga harus mengakui bahwa ada sejumlah pencapaian pertama dalam perjalanan menuju ke sana yang sama pentingnya.”
Menurut Stanton, pembalap perempuan pertama yang benar-benar berada di grid Grand Prix F1 dapat memiliki arti yang sama besarnya dengan gelar juara dunia.
“Saya tidak mengatakan bahwa pembalap perempuan pertama yang menjadi juara F1 tidak akan menjadi sebuah peristiwa luar biasa. Tetapi pembalap perempuan pertama yang berada di grid, dalam beberapa hal, memiliki arti yang sama pentingnya karena itu akan melegitimasi gagasan bahwa olahraga ini bisa menjadi olahraga campuran.”
Formula 1 kini berada dalam periode pertumbuhan popularitas yang luar biasa. Namun, popularitas tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam keberagaman di lintasan.
Setengah abad tanpa pembalap perempuan di grid utama menjadi pengingat bahwa perubahan di olahraga elite tidak selalu bergerak secepat pertumbuhan popularitasnya.
Bagi Danielsson dan para pembalap muda lainnya, perjalanan masih panjang. Tidak ada jaminan mereka akan mencapai Formula 1.
Namun, mereka kini memiliki lebih banyak jalur, program pengembangan, kompetisi, dan dukungan dibanding generasi sebelumnya.
“Saya pikir apa yang kami lakukan ini unik,” kata Stanton. “Tetapi saya juga berpikir dibutuhkan sebuah desa untuk membesarkan anak ini. Ini akan menjadi kombinasi antara kami, tim, dan sistem pendukung lainnya. Kami semua harus bekerja bersama agar ini berhasil.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!