Dari Formula 4 Menuju Formula 1, Perjuangan Panjang Pembalap Wanita Mengakhiri Penantian 50 Tahun
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Apa yang kami lakukan adalah membangun pembalap. Di situlah posisi kami dalam ekosistem ini.”
Program tersebut menyaring talenta berdasarkan kemampuan dan potensi, bukan sekadar popularitas.
Danielsson sendiri sudah menggeluti dunia balap sejak usia enam tahun. Ia mulai mengendarai kart sebelum beralih ke mobil balap pada usia 13 tahun.
Perjalanan seperti itu bukan hal asing bagi para calon pembalap profesional. Beberapa talenta muda bahkan harus meninggalkan rumah dan pindah ke negara atau benua lain demi mendapatkan lingkungan kompetisi yang lebih baik.
Ayah Danielsson, Alx, juga bukan orang asing dalam dunia balap. Ia pernah menjadi juara World Series by Renault pada 2006.
Stanton mengakui bahwa ketika More Than Equal memulai program pengembangan pembalap, mereka sudah mengetahui besarnya tantangan yang harus dihadapi.
Kini, dua tahun kemudian, tantangan itu terasa semakin besar.
“Dulu kami tahu ada gunung yang harus didaki. Dua tahun kemudian, rasanya lebih seperti Everest. Tetapi setidaknya sekarang Base Camp-nya sudah jelas,” ujar Stanton.
Salah satu perubahan penting dalam beberapa tahun terakhir adalah kemunculan F1 Academy, seri balap khusus perempuan yang mendapat dukungan Formula 1.
Kompetisi tersebut menggantikan W Series dan digelar sebagai bagian dari rangkaian akhir pekan Grand Prix tertentu. Kehadirannya memberikan panggung yang lebih besar bagi pembalap perempuan sekaligus membuka jalur pengembangan menuju jenjang balap yang lebih tinggi.
Sejumlah pembalap mulai menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk bersaing secara kompetitif.
Pembalap Inggris Abbi Pulling menjadi juara F1 Academy 2024. Ia juga meraih kemenangan di British F4 dan tahun ini telah mencatat kemenangan di kejuaraan GB3.
Sementara itu, pembalap Prancis Doriane Pin, juara F1 Academy musim lalu, telah mendapatkan kesempatan menguji mobil Mercedes Formula 1.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!