Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TPID Sulsel Intervensi Pasar akibat Harga Cabai Tembus Rp85.000 Per Kg

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 17:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
TPID Sulsel Intervensi Pasar akibat Harga Cabai Tembus Rp85.000 Per Kg Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi pedagang cabai di pasar tradisional Pasar Terong, Makassar.

MAKASSAR – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama sejumlah instansi terkait mengintervensi pasar akibat kenaikan harga cabai yang menembus angka Rp85 ribu per kilogram (kg). 

"Setelah melakukan pemantauan terkait harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Terong dan Pasar Pa’baeng-baeng, Kota Makassar, diketahui terjadi kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp85 ribu per kilogram," kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Muhammad Ilyas, di Makassar, Sabtu (26/9).

Ia mengatakan dengan operasi pasar tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal pemerintah merespons kenaikan sejumlah komoditas pangan, terutama kelompok hortikultura yang harganya cukup berfluktuasi.

Lebih lanjut ia mengatakan harga cabai rawit saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan harga sebelumnya yang masih sekitar Rp50 ribu per kg.

“Cabai terutama, ini cukup jauh. Biasanya cuma Rp50 ribu, sekarang sudah Rp85 ribu,” kata Ilyas.

Ia menjelaskan kenaikan harga tersebut turut dipengaruhi kondisi produksi di tingkat petani. Harga cabai dari petani saat ini berada pada kisaran Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

Kondisi cuaca dan kekeringan berdampak terhadap produksi cabai sehingga pasokan di pasar mengalami penurunan. Pemerintah juga akan memantau distribusi cabai dari Sulsel ke daerah lain guna memastikan kebutuhan masyarakat di daerah itu tetap terpenuhi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Firmantara Hidayat mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan berbagai langkah stabilisasi harga, termasuk melalui Gerakan Pangan Murah dan penguatan kerja sama antardaerah.

“Stoknya masih ada. Tinggal kita ketemukan antara produsen dan pembeli di sini,” ujar dia.

Berdasarkan data BPS Sulsel diketahui, hingga pekan ketiga September 2026 terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama komoditas hortikultura yang sangat dipengaruhi kondisi alam. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.