Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalan Padang-Solok via Pintu Angin Ditutup Sementara Usai Banjir Bandang.

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 19:43 WIB | Oleh:
Jalan Padang-Solok via Pintu Angin Ditutup Sementara Usai Banjir Bandang. Doc: Antara Foto
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, melakukan normalisasi alur Batang Baliang pascabanjir bandang, yang melanda kawasan Kompleks Nuansa Griya Arosuka, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kementerian Pekerjaan Umum menutup sementara jalan provinsi ruas Padang-Solok, Sumatera Barat, lewat Pintu Angin, guna mengoptimalkan penanganan di hilir alur sungai kawasan itu yang terdampak banjir bandang pada Senin (21/9/2026) malam.

"Sejak Jumat (25/9/2026) malam akses jalan kami tutup, agar kami bisa fokus ke penanganan sendimen di bagian hilir sungai yang saat ini mengalami bottleneck atau penyumbatan di gorong-gorong,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Kementerian PU Reski Wahyudi di Kabupaten Solok, Sumbar, Sabtu.

Reski mengatakan percepatan penanganan ini diambil demi mengutamakan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan jika terjadi banjir bandang susulan yang berpotensi memutus jalan provinsi jalur Padang-Solok itu kembali terjadi.

Terlebih Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau mengingatkan potensi curah hujan tinggi masih terjadi hingga awal Oktober 2026, sehingga risiko banjir susulan seperti 21 September lalu perlu diantisipasi sedini mungkin.

"Keselamatan masyarakat jauh lebih penting. Jika tidak segera dimitigasi, potensi banjir susulan masih tinggi. Dengan dibukanya yang tersumbat ini, ketika terjadi banjir susulan tidak lagi berdampak besar ke masyarakat," jelas dia.

Ia menjelaskan penyumbatan terjadi akibat gorong-gorong persegi (box culvert) di lokasi tersebut tertutup rapat oleh material sedimen.

Untuk membuka sumbatan air, petugas harus melakukan pengeringan serta penggalian langsung pada jalur box culvert agar debit air dapat mengalir lancar menuju hilir sungai.

Saat ini, upaya pengeringan air menggunakan empat unit pompa berkapasitas 500 liter per detik serta pengerukan menggunakan alat berat terus dilakukan oleh petugas lapangan.

Targetnya dalam beberapa hari ke depan, air yang masih menggenangi salah satu jalur logisitik di Ranah Minang itu dapat dikuras habis, sehingga penanganan dengan optimal segera dilakukan.

"Kita upayakan dapat selesai khususnya di titik paling hilir yang masih mengalami bottleneck atau penyumbatan dalam beberapa hari ke depan," tegasnya.

Agar penutupan jalan tersebut tidak menghambat jalur distribusi logistik di Ranah Minang, pihaknya, lanjut Reski, telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar untuk membangun jembatan rangka baja pembantu (bailey) di kawasan itu.

Jembatan bailey yang disiapkan memiliki panjang sekitar 40 hingga 50 meter, sehingga kekuatan struktur dan daya dukung tanah tempat peletakan jembatan terus dievaluasi guna memastikan keamanan kendaraan yang melintas.

"Kita sudah lakukan pengamatan dan evaluasi kendaraan yang melintas, rencananya hari ini langsung dipasang jembatan bailey dengan target pengerjaan selesai paling lambat empat hari ke depan," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Jokowi Pamerkan Kartu Anggota PSI

1 jam lalu | Yebdi Trismar

Nasional
Jokowi Pamerkan Kartu Anggo...
Megapolitan
Imbas Rekonstruksi, Jalan S...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.