Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rahmat Erwin Tambah Emas, Indonesia Naik ke Peringkat 14 Klasemen Medali Asian Games 2026

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 19:54 WIB | Oleh:
Rahmat Erwin Tambah Emas, Indonesia Naik ke Peringkat 14 Klasemen Medali Asian Games 2026 Doc: Kemenpora
Ket. Rahmat Erwin Abdullah.

NAGOYA – Indonesia menambah koleksi emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus memperkuat posisinya di papan klasemen medali. Sumbangan emas kedua Merah Putih datang dari lifter Rahmat Erwin Abdullah yang tampil sebagai juara nomor 75 kilogram putra di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu (26/9).

Rahmat meraih emas setelah membukukan total angkatan 366 kilogram, hasil dari 160 kg pada snatch dan 206 kg pada clean and jerk. Catatan tersebut mengantarkan lifter berusia 25 tahun itu ke podium tertinggi sekaligus membuatnya mencatatkan rekor dunia pada total angkatan dan clean and jerk.

Persaingan di nomor 75 kg berlangsung sangat ketat. Rahmat hanya unggul 1 kg atas lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, yang harus puas dengan medali perak setelah mencatat total angkatan 365 kg. Medali perunggu menjadi milik Ri Chong Song dari Korea Utara dengan total angkatan 357 kg.

Keberhasilan Rahmat semakin istimewa karena diraih dengan torehan rekor dunia. Penampilannya yang solid membuat Indonesia kembali mendengar lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang di arena Asian Games.

Tambahan emas dari Rahmat membuat Indonesia kini mengoleksi dua medali emas, empat perak, dan 17 perunggu, atau total 23 medali. Dengan perolehan tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-14 klasemen sementara perolehan medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sebelum Rahmat menyumbangkan emas dari angkat besi, medali emas pertama Indonesia telah diraih melalui cabang olahraga bulu tangkis nomor beregu putra.

Posisi Indonesia saat ini berada di bawah Malaysia. Negeri Jiran tersebut juga mengoleksi dua emas, empat perak, dan 17 perunggu, sehingga memiliki jumlah medali yang sama dengan Indonesia.

Di papan atas klasemen, Tiongkok masih memimpin dengan 105 medali emas. Jepang berada di posisi kedua dengan 31 emas, sedangkan Korea Selatan menempati peringkat ketiga dengan 14 emas.

Bagi Indonesia, emas Rahmat bukan sekadar menambah koleksi medali. Torehan dua rekor dunia sekaligus mempertegas kontribusi angkat besi dalam perjuangan Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Jokowi Pamerkan Kartu Anggota PSI

1.5 jam yang lalu | Yebdi Trismar

Nasional
Jokowi Pamerkan Kartu Anggo...
Megapolitan
Imbas Rekonstruksi, Jalan S...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.