Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

60 Ton Sampah per Hari Bakal Disulap Jadi Listrik di TPST Kebon Talo Mataram

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 19:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
60 Ton Sampah per Hari Bakal Disulap Jadi Listrik di TPST Kebon Talo Mataram Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah perkotaan

JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung sektor pariwisata. 

TPST yang dibangun di atas lahan seluas 1,48 hektare ini memiliki kapasitas pengolahan mencapai 60 ton sampah per hari dan akan melayani Kecamatan Ampenan serta Kecamatan Sekarbela.

Pembangunan TPST Kebon Talo menjadi bagian dari langkah pemerintah menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kota Mataram yang menghasilkan sekitar 425 ton sampah per hari. Kebutuhan infrastruktur persampahan semakin mendesak setelah penutupan TPA Regional Kebon Kongok yang menyebabkan kapasitas pengelolaan sampah menjadi terbatas.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, terus mempercepat penanganan persoalan sampah melalui penguatan infrastruktur pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi yang mampu mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai.

"Ke depan, gunungan sampah akan kita ubah menjadi listrik. Tapi yang lebih penting, kita ubah dulu budaya kita. Hentikan membuang sampah ke sungai dan laut. Karena ketika kita membuang sembarangan, alam akan menghukum kita kembali, misalnya banjir dari sungai, rob dari laut," kata Menteri Dody di Jakarta, Minggu (9/8)

TPST Kebon Talo dirancang dengan konsep pengelolaan sampah terpadu. Sampah yang masuk tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dipilah dan diolah sehingga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Fasilitas ini dilengkapi teknologi pemilahan otomatis yang memisahkan sampah organik, anorganik, logam, dan residu, serta memanfaatkan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) untuk menghasilkan bahan bakar alternatif sekaligus meningkatkan tingkat daur ulang.

Bangunan utama TPST berupa hanggar pengolahan seluas 2.592 m² yang didukung kantor operasional, pos operator jembatan timbang, ruang panel dan powerhouse, serta prasarana penunjang lainnya. Sistem pengolahan dilakukan melalui dua lini, yakni lini organik dan lini RDF/anorganik sehingga proses pengolahan sampah berlangsung lebih efisien, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi.

Pekerjaan konstruksi TPST Kebon Talo telah dimulai sejak 12 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026 dengan proyeksi masa layanan selama 20 tahun.

Pembangunan TPST Kebon Talo merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam memperkuat pelayanan infrastruktur dasar, khususnya sektor persampahan. Sejalan dengan Visi PU 608, infrastruktur persampahan yang andal diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan mewujudkan kota yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

BINUS University Kembali Gelar Jakarta Game Fest 2026 

52 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
BINUS University Kembali Ge...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.