Kriyanusa 2026 Padukan Kriya sebagai Tradisi dan Kreativitas
📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 16:22 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Ketua Panitia Pameran Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan mengatakan gelaran pameran kerajinan Kriyanusa 2026 dengan mendorong tradisi kriya agar tetap hidup sekaligus berkembang melalui kreativitas dan inovasi.
“Kriyanusa 2026 hadir untuk mempertemukan seluruh kekayaan tersebut dengan perkembangan zaman. Kita berharap agar tradisi tetap hidup, tetapi pada saat yang sama terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar,” ujar Ayu Heni Rosan dalam sambutan pembukaan pameran Kriyanusa 2026 di Jakarta, Sabtu.
Mengangkat tema "Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia", pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung pada 26-30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta itu menghadirkan 410 booth dengan 257 peserta yang berasal dari berbagai unsur, antara lain Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), kementerian dan lembaga, dan berbagai kalangan masyarakat, termasuk pengusaha UMKM Indonesia.
Kriyanusa 2026 menghadirkan hasil kerajinan tangan yang dibuat secara manual maupun dengan bantuan alat sederhana yang memiliki nilai estetika, budaya, tradisi, dan fungsi tertentu, serta mencerminkan kearifan lokal. Beragam material hadir dalam pameran Kriyanusa, mulai dari kayu, kain seperti batik dan tenun, logam, kulit, anyaman, kertas dan material daur ulang, keramik, hingga tanah liat.
“Keberagaman peserta tersebut menjadi gambaran bahwa ekosistem kriya di Indonesia dibangun oleh banyak pihak. Kriya bukan hanya milik satu daerah atau sekelompok, melainkan merupakan kekayaan bersama yang perlu kita rawat, kembangkan, dan dorong agar semakin dikenal di dalam maupun luar negeri,” kata Ayu.
Kriyanusa 2026 juga menghadirkan selain pameran, terdapat fashion show, parade wastra, talkshow, penghargaan untuk booth terbaik dan kriya potensial, workshop atau lokakarya, entertainment, serta berbagai pengalaman digital seperti visual imersif, hologram, dan membatik digital.
Melalui program-program tersebut, kata Ayu, pameran tersebut ingin menunjukkan bahwa kriya dan budaya dapat berjalan berdampingan dengan teknologi dan inovasi. Kehadiran wastra holo misalnya, diharapkan dapat membawa masyarakat lebih dekat dengan filosofi, makna, dan cerita yang terbaik di balik wastra dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.
Di pameran Kriyanusa 2026 juga tersedia pengalaman membatik digital yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal motif kekayaan wastra melalui pendekatan yang lebih interaktif, serta lomba kriya potensial serta lomba stan terbaik sebagai bagian dari upaya untuk mendorong kreativitas, kualitas, inovasi, serta kemampuan peserta dalam menampilkan dan memasarkan produk kriya.
Kriyanusa, lanjut Ayu, tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan produk, tetapi juga membuat ruang untuk belajar, berinteraksi, membangun jejaring, membuka peluang usaha dalam memperluas pasar.
“Kami berharap Kriyanusa 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin mengangkat kriya Indonesia, memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin, serta membawa karya-karya Kriya Nusantara semakin dikenal dan diapresiasi hingga ke tingkat global,” ujar Ayu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!