Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPPG Demak dan UMKM Buka Peluang Kerja Sama Pasok Bahan Baku

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 16:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
SPPG Demak dan UMKM Buka Peluang Kerja Sama Pasok Bahan Baku Doc: ANTARA
Ket. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tengah mempersiapkan menu makan bergizi gratis (MBG).

DEMAK – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masih membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani lokal untuk memasok kebutuhan bahan baku menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Hingga saat ini, belum semua pelaku UMKM di Kabupaten Demak mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara kontinu, sehingga masih harus mencari pasokan bahan baku dari daerah lain," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Kabupaten Demak, Edi Sayudi, di Demak, Sabtu (26/9).

Ia mengatakan sejumlah komoditas lokal sebenarnya memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan SPPG, di antaranya sayuran, bawang merah, telur, ayam, buah-buahan, hingga ikan.

Menurut dia, persoalan utama dalam pemanfaatan bahan baku lokal bukan semata-mata ketersediaan komoditas, melainkan kemampuan petani dan pelaku UMKM menjaga kontinuitas pasokan sesuai kebutuhan dapur SPPG.

Ia mencontohkan komoditas bawang merah dan berbagai jenis buah yang produksinya masih bergantung pada musim. Ketika tidak memasuki musim panen, kebutuhan tersebut terpaksa dipenuhi dari daerah lain.

"Demak potensinya banyak, seperti ikan, sayuran, bawang, melon dan semangka. Hanya saja, lagi-lagi musiman. Saat panen tidak ada, kami mengambil dari daerah lain," ujar dia.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya mendorong petani memanfaatkan lahan kosong dengan menanam komoditas yang dapat dipanen secara lebih berkelanjutan, seperti pisang dan pepaya.

Ia mengaku telah berkeliling ke 14 kecamatan di Kabupaten Demak untuk berkomunikasi dengan kelompok tani dan pelaku UMKM agar bersedia menjadi mitra pemasok SPPG. Bahkan, pihaknya siap membantu penyediaan bibit bagi petani yang ingin mengembangkan komoditas tersebut.

Namun, hingga kini belum banyak petani yang tertarik karena masih lebih memprioritaskan pola tanam untuk memenuhi kebutuhan pasar reguler.

"Sudah hampir setahun saya berkomunikasi. Setiap keliling dan bertanya, mereka menanam hanya sekali karena lebih memprioritaskan kebutuhan reguler. Padahal, potensi pasarnya cukup besar," katanya.

Selain buah dan sayuran, komoditas telur juga dinilai memiliki potensi besar karena Demak memiliki cukup banyak peternakan ayam petelur. Demikian pula dengan ikan, seperti lele dan nila, yang sebagian produksinya berasal dari pembudidaya lokal.

Akan tetapi, Edi mengatakan produksi ikan lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan SPPG karena persoalan ukuran dan kontinuitas pasokan.

Ia mencontohkan kebutuhan lele maupun sayuran dengan ukuran dan kebutuhan tertentu. Namun, pemenuhan belum bisa sesuai permintaan SPPG, sehingga harus mencari kekurangan pasokan dari pemasok lain. Selain menambah proses logistik, perbedaan harga dari masing-masing pemasok juga menjadi persoalan karena kebutuhan pengadaan harus memperhitungkan biaya riil.

Menurut Edi, diperlukan pola kerja sama yang lebih terorganisasi agar hasil produksi dari sejumlah petani dapat dikonsolidasikan untuk memenuhi kebutuhan SPPG, baik dari sisi volume maupun spesifikasi produk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.