Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tembus 119 Ribu Ton, Pasaman Barat Gaspol Kejar Target Raksasa Jagung 2026

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 17:22 WIB | Oleh:
Tembus 119 Ribu Ton, Pasaman Barat Gaspol Kejar Target Raksasa Jagung 2026 Doc: ANTARA/Altas Maulana.
Ket. Salah satu tanaman jagung di Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Saat ini pemerintah setempat terus memacu produksi jagung di daerah itu.

SIMPANG EMPAT - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memacu capaian produksi jagung yang ditargetkan menembus 213.910 ton sepanjang tahun 2026 guna memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra utama di Sumatera Barat. 

"Capaian produksi jagung Januari-Agustus 2026 telah 119.064 ton. Mudah-mudahan hingga akhir tahun target yang ditetapkan dapat tercapai," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Selasa (22/9).

Menurutnya, untuk mencapai target itu pihaknya telah melakukan sejumlah upaya diantaranya pemberian bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, dan obat-obatan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bantuan pupuk bersubsidi dan menambah luas tanam jagung

Lalu memberdayakan penyuluh dengan memberikan sosialisasi mengenai tanaman jagung.

"Melalui penyuluh, petani selalu diingatkan jangan memakai benih yang harganya murah dan tidak jelas dari mana produksinya. Jika salah memilih benih maka tanam jagung akan mudah terserang penyakit dan hasil sedikit," kata dia.

Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan pihak kepolisian yang melakukan gerakan tanam jagung di sejumlah lahan yang ada dalam mendukung program ketahanan pangan.

Di 11 kecamatan yang ada tanaman jagung tetap menjadi pilihan bagi masyarakat.

Dari 11 kecamatan itu, produksi yang menjadi tertinggi berada di Kecamatan Luhak Nan Duo, disusul oleh Kecamatan Pasaman dan Kecamatan Talamau.

"Pada umumnya tanaman jagung cukup diminati oleh masyarakat karena harganya relatif stabil," ujarnya.

Ia menjelaskan Pasaman Barat menjadi salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Sumbar.

"Pernah menjadi penyumbang jagung terbesar mencapai 60 persen beberapa tahun yang lalu," katanya.

Ia menambahkan tanaman jagung bisa menjadi tanaman alternatif para petani karena masa panen relatif singkat, bisa empat atau enam bulan dengan harga yang relatif bertahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.