Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

35 Juta Perempuan Terjebak Kerja Tak Berbayar, KemenPPPA Rilis Peta Jalan Ekonomi Perawatan

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 17:10 WIB | Oleh:
35 Juta Perempuan Terjebak Kerja Tak Berbayar, KemenPPPA Rilis Peta Jalan Ekonomi Perawatan Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi saat membuka acara "Pemutakhiran Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia 2026", di Jakarta, Selasa (22/9).

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkapkan bahwa perempuan menghabiskan waktu 2,8 kali lebih banyak dibandingkan laki-laki untuk melakukan pekerjaan domestik dan perawatan tidak berbayar.

"Pekerjaan perawatan masih terbagi secara belum merata, belum setara juga. Hasil Time Use Survey mencatat perempuan menghabiskan waktu 2,8 kali lebih banyak dibandingkan laki-laki untuk pekerjaan domestik dan perawatan tidak berbayar," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi saat membuka acara "Pemutakhiran Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia 2026", di Jakarta, Selasa (22/9).

Kemudian jika pekerjaan berbayar dan tidak berbayar dihitung secara keseluruhan, tercatat perempuan rata-rata mencurahkan waktu sekitar 11,6 jam per hari, sementara laki-laki sekitar 9,2 jam per hari.  

"Pekerjaannya waktunya lebih banyak (dilakukan) perempuan, tetapi sampai saat ini belum mendapatkan pengakuan dan penghargaan," kata Arifah Fauzi.  

Sementara pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 35,7 juta perempuan tercatat melakukan kegiatan mengurus rumah tangga, jauh lebih besar dibanding laki-laki yang melakukan kegiatan serupa, yaitu hanya sekitar 3,6 juta orang.   

Kondisi ini berkaitan dengan masih rendahnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja saat ini.  

Pada tahun 2024, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan tercatat sebesar 56,42 persen, sementara TPAK laki-laki mencapai 84,66 persen.

Untuk meningkatkan TPAK perempuan menjadi 70 persen pada tahun 2045 sebagaimana mandat RPJPN 2025-2045, Menteri PPPA menilai harus dibangun ekosistem yang memungkinkan perempuan untuk bekerja dan tetap menjalankan kehidupan keluarganya secara layak.  

"Untuk meningkatkan TPAK perempuan menjadi 70 persen pada tahun 2045, maka kita tidak hanya cukup mendorong perempuan untuk masuk ke pasar kerja. Kita juga harus membangun ekosistem yang memungkinkan perempuan untuk bekerja dan tetap menjalankan kehidupan keluarganya secara layak. Peta jalan ekonomi perawatan menjadi salah satu instrumen penting untuk menjawab kebutuhan tersebut," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.    

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG: El Nino Sangat Kuat S...
Daerah
Kementerian PU Laksanakan O...

AMI Awards 2026 Umumkan 67 Kategori Nominasi

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
AMI Awards 2026 Umumkan 67 ...
Nasional
BMKG Peringatkan Potensi Ge...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.