Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Bencana Banjir Bandang Arosuka

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 17:34 WIB | Oleh:
Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Bencana Banjir Bandang Arosuka Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Solok
Ket. Penampakan kompleks perkantoran bupati Solok di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pascabencana banjir bandang.

SOLOK - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan status tanggap bencana setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (22/9). 

Bupati Solok Jon Firman Pandu di Solok, Selasa, mengatakan status tanggap bencana diberlakukan mulai hari ini untuk mempercepat proses evakuasi, pembersihan material banjir, pendataan dampak, dan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak.

"Kita turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan terhadap dampak bencana dapat dilakukan secepat mungkin. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera," ujar dia.

Ia meminta seluruh unsur terkait bergerak bersama dalam penanganan bencana, terutama membantu proses evakuasi, mendata kerusakan dan kebutuhan warga, serta menangani akses dan fasilitas umum yang terdampak.

Banjir bandang terjadi di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, sekitar pukul 19.53 WIB, Senin (21/9), setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Bupati Solok meninjau sejumlah lokasi terdampak bersama Wakil Bupati Solok H. Candra, Pj Sekda Masheri Yanda Boy, jajaran DPRD, BPBD, kepala organisasi perangkat daerah, perangkat nagari dan unsur terkait lainnya.

Dalam peninjauan tersebut turut hadir Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy untuk melihat kondisi wilayah yang terdampak bencana serta penanganan yang dilakukan pemerintah dan petugas di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan tenda pengungsian dan posko bencana di depan Kompleks Perkantoran Bupati Solok serta di depan Kantor BPJS Kabupaten Solok. Posko tersebut menjadi pusat informasi dan penanganan kebutuhan terkait bencana.

Banjir bandang juga berdampak pada sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah. Dari sekitar 11 dinas yang terdampak, kerusakan cukup berat terlihat pada sejumlah kantor, di antaranya DPMN, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Barenlitbang, Inspektorat, Pendapatan Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok.

Data sementara mencatat enam orang terdampak, dengan dua orang masih dalam pencarian dan empat orang lainnya telah mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Dua orang yang masih belum ditemukan masing-masing berinisial AG (59) dan DA (21). Sementara ML (54), AS (66), dan YN (45) menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan MN (57) mendapat perawatan di SPH Padang.

Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan bencana susulan, serta mengikuti arahan petugas apabila diminta menjauh dari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

"Penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi," katanya.

Pemkab Solok bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penanganan di lokasi terdampak, termasuk proses evakuasi, pembersihan material banjir, pendataan kerusakan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
Kementerian PU Laksanakan O...

AMI Awards 2026 Umumkan 67 Kategori Nominasi

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
AMI Awards 2026 Umumkan 67 ...
Nasional
BMKG Peringatkan Potensi Ge...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.