Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Memerah, Investor Cermati Sinyal dari Pertemuan Trump-Jinping

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Memerah, Investor Cermati Sinyal dari Pertemuan Trump-Jinping Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (25/9) sore ditutup turun mengikuti pelemahan mayoritas bursa kawasan Asia, di tengah pelaku pasar mencermati pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

IHSG ditutup melemah 56,72 poin atau 0,90 persen ke posisi 6.241,89. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,15 poin atau 0,34 persen ke posisi 621,11.

"Jelang akhir pekan ini, IHSG dan bursa regional Asia cenderung melemah. Pelaku pasar tampaknya terus memantau negosiasi AS dan Tiongkok yang dapat membuka jalan bagi perjanjian perdagangan baru," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar mempertimbangkan perkembangan dari pertemuan antara Trump dan Xi Jinping di Washington, AS. Adapun, kecerdasan buatan (AI) menjadi topik utama selama pertemuan di Gedung Putih.

Sementara secara terpisah, Xi Jinping mendesak AS untuk secara eksplisit menentang kemerdekaan Taiwan.

Di sisi lain, pelaku pasar terus bergulat dengan masih tingginya harga minyak, yang semakin memicu tekanan inflasi, meskipun laporan bahwa AS dengan Iran tengah mempertimbangkan kesepakatan bertahap memberikan sedikit kelegaan dengan membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah militan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman meluncurkan rudal ke arah kota-kota Saudi, termasuk Yanbu dan Taif.

Di sisi lain, pelaku pasar tertekan oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Ekspektasi tersebut menyusul lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengekang inflasi.

John Williams dari New York Fed , mengatakan The Fed masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengendalikan inflasi, sementara Anna Paulson dari Philadelphia Fed, mengatakan beberapa pengetatan kebijakan tambahan yang moderat mungkin diperlukan.

Dari dalam negeri, volatilitas harga minyak mentah dunia menjadi perhatian pelaku pasar meskipun telah terjadi penurunan, namun demikian harga minyak dunia masih tinggi sehingga dampaknya terhadap fiskal.

Nico mengatakan kehati-hatian juga meningkat menjelang rilis data neraca perdagangan Agustus 2026 dan inflasi September 2026 pada pekan depan.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu dipimpin sektor industri yang turun sebesar 2,30 persen, diikuti oleh sektor infrastrukturi dan sektor properti yang turun masing-masing sebesar 2,03 persen dan 1,34 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.