Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebiasaan Sederhana Ini Sejak Kecil Bisa Bikin Otak Lebih Sehat Saat Dewasa

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 05:52 WIB | Oleh:
Kebiasaan Sederhana Ini Sejak Kecil Bisa Bikin Otak Lebih Sehat Saat Dewasa Doc: Antara foto/HO Pexels
Ket. Ilustrasi seorang anak laki-laki bermain mobil-mobilan dari balok yang disusun berjejer.

JAKARTA - Ahli saraf Universitas Cambridge Profesor Barbara Sahakian menyebut hobi membaca semasa kecil dapat berpengaruh terhadap tingkat stres yang lebih rendah, lebih sedikit masalah kesehatan mental, dan fungsi otak yang lebih baik saat dewasa.

“Ini adalah sesuatu yang harus kita dorong sejak usia dini mengingat semakin banyak bukti manfaatnya, terutama bagi anak-anak, tetapi sebenarnya, tidak pernah terlalu terlambat untuk memulai," kata Sahakian dalam siaran New York Post pada Jumat (18/9) waktu setempat.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hobi masa kecil yang dulu sangat digemari, yang kini semakin ditinggalkan, dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih baik, kemampuan kognitif yang lebih tajam, dan bahkan perbedaan struktur otak di kemudian hari.

Dalam sebuah analisis yang jadi bagian dari studi Adolescent Brain and Cognitive Development, Sahakian dan rekan-rekannya melihat data dari lebih dari 100.000 anak muda di Amerika Serikat yang terdiri atas usia 9 atau 10 tahun hingga dewasa muda.

Peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok yakni mereka yang mulai membaca untuk kesenangan antara usia 2 dan 9 tahun, dan mereka yang mulai membaca di kemudian hari atau tidak pernah sama sekali.

Hampir setengahnya atau 48 persen memiliki sedikit pengalaman membaca untuk kesenangan atau baru mulai di kemudian hari di masa kanak-kanak. Sementara yang lainnya telah menghabiskan waktu antara tiga dan 10 tahun membaca untuk kesenangan.

Tim kemudian memeriksa wawancara klinis, tes kognitif, penilaian mental dan perilaku, serta pemindaian otak dari masing-masing anak muda tersebut.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti status sosial ekonomi, mereka menemukan hubungan yang kuat antara membaca rekreasi sejak dini dan kemampuan kognitif yang lebih baik selama masa remaja.

Para pembaca awal memperoleh skor lebih tinggi pada tes yang mengukur pembelajaran verbal, memori, dan perkembangan bicara. Mereka juga cenderung berprestasi lebih baik secara akademis di sekolah.

Para pembaca muda juga memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik, dengan lebih sedikit tanda-tanda stres dan depresi, serta perhatian yang lebih tajam dan lebih sedikit masalah perilaku, termasuk agresi dan pelanggaran aturan.

Keuntungan lainnya adalah anak-anak itu memiliki waktu lebih sedikit di depan layar. Anak-anak yang mengembangkan kecintaan pada buku sejak dini cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu menonton TV atau bermain ponsel pintar dan tablet baik di hari kerja maupun akhir pekan setelah memasuki masa remaja.

Mereka juga cenderung lebih banyak tidur. Hobi ini mungkin juga meninggalkan jejak pada biologi mereka.

Pemindaian pencitraan menunjukkan bahwa remaja yang mulai membaca untuk kesenangan sejak dini memiliki area dan volume otak keseluruhan yang sedikit lebih besar, termasuk wilayah yang memainkan peran kunci dalam fungsi kognitif.

Bagian otak lain yang berbeda pada kelompok yang mulai membaca sejak dini sebelumnya telah dikaitkan dengan kesehatan mental, perilaku, dan perhatian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.