Transmigran Akhirnya Menerima Sertifikat Setelah Lama Menanti-nanti
📅 Minggu, 02 Nov 2025, 13:24 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SIGI - Sertifikat tanah adalah harta yang dinanti setiap orang saat mengurus tanah, termasuk transmigran.Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, akhirnya menerbitkan 455 sertifikat bidang lahan di Kawasan Transmigrasi Lembantongoa, Kecamatan Palolo.
"Jadi dari yang dicadangkan 900 bidang, baru sekitar 455 bidang lahan yang terbit," kata Kepala BPN Kabupaten Sigi Juwahir saat ditemui awak media di Desa Sidera, Minggu. Ia mengemukakan terdapat sejumlah permasalahan dalam proses penerbitan sertifikat di Kawasan Transmigrasi Lembantongoa tersebut seperti sebagian lokasi penggunaan lahan masuk dalam kawasan hutan.
"Tentunya terdapat site plan yang tidak sesuai lokasi lapangan khususnya di kawasan transmigrasi Palolo," ucapnya. Ia menuturkan ke depan perlu dilakukan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menyelesaikan sertifikat lahan di Kawasan Transmigrasi Lembantongoa Palolo.
Menurut dia, lahan di kawasan transmigrasi tidak boleh diperjualbelikan.
"Untuk jual beli lahan transmigrasi ini tidak diperkenankan karena tujuannya kan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Jika tanah di transmigrasi dijual nantinya tidak akan terpenuhi tujuan dari pemerintah terkait kawasan transmigrasi," sebutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Juwahir menyebutkan hingga saat ini belum menemukan terkait jual beli lahan di Kawasan Transmigrasi Lembantongoa. Berdasarkan data Disnakertrans Kabupaten Sigi, jumlah transmigran di Kawasan Transmigrasi Lembantongoa Palolo sebanyak 365 kepala keluarga.
Untuk Calon Transmigran
Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi memaparkan empat amanat Presiden Prabowo Subianto kepada para calon transmigran yang menekankan peran transmigrasi dalam menjaga kedaulatan dan melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Empat amanat tersebut ia sampaikan kepada 75 calon transmigran Angkatan IV dan V Tahun 2025 saat memberi pembekalan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta di Sleman, DIY, Sabtu.
"Pertama untuk menjaga NKRI. Karena, dengan berpindahnya penduduk dari yang padat ke daerah yang longgar akan menempati tanah-tanah yang kosong, ruang-ruang yang sepi, agar tidak ada penetrasi, tidak ada intervensi dari luar, yang bisa mengambil alih tanah dan air Indonesia," ujar dia.
Ia menyebut perpindahan penduduk dalam program transmigrasi bertujuan memperkuat semangat kebangsaan melalui pertemuan berbagai suku, agama, dan budaya. Ia menilai program transmigrasi menjadi garda terdepan dalam merajut nasionalisme
"Karena sebagai satu rasa kebangsaan, orang kemudian menjadikan perbedaan itu adalah sesuatu yang biasa saja. Perbedaan suku, agama, ras jangan dijadikan sebagai sumber konflik, tetapi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia," ucap dia.
Amanat kedua Presiden Prabowo, yakni mengentaskan kemiskinan melalui pemberian lahan satu hingga dua hektare kepada transmigran sebagai bagian dari reforma agraria. Ia mengatakan negara memiliki tanggung jawab memberi dukungan agar terjadi perubahan nasib warga transmigrasi.
"Ada perubahan dalam pendapatan, sehingga diharapkan bapak, ibu menjadikan tanah bukan sekadar tempat hidup, tempat permukiman, tetapi menjadikan sebagai sumber ekonomi untuk perubahan nasib," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!