Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buntut Evakuasi 8 Pendaki Wanita, TNGGP Wajibkan Pendaki Mendaftar Resmi secara Daring, Bukan via Basecamp

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 16:52 WIB | Oleh:
Buntut Evakuasi 8 Pendaki Wanita, TNGGP Wajibkan Pendaki Mendaftar Resmi secara Daring, Bukan via Basecamp Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

CIANJUR -- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mewajibkan pendaki dengan tujuan tektok atau pulang pergi tanpa mendirikan tenda di Gunung Gede-Pangrango tetap mendaftar resmi secara daring di situs resmi TNGGP.

Juru Bicara Balai Besar TNGGP Agus Deni dihubungi di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan hal tersebut guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti yang videonya viral sejumlah pendaki tektok dievakuasi relawan, beberapa waktu lalu.

Pihaknya belum dapat memastikan apakah rombongan pendaki perempuan yang dievakuasi karena kelelahan saat melakukan tektok di Gunung Gede-Pangrango, terdaftar secara resmi atau tidak.

"Kami belum menerima data rinci terkait identitas para pendaki, termasuk untuk status mereka mendaftar resmi secara online atau tidak, saat ini masih kami telusuri," katanya.

Dia menjelaskan kegiatan tektok saat ini menjadi tren di kalangan anak muda namun kerap dilakukan pendaki pemula tanpa persiapan yang matang dan olah fisik, karena kegiatan tersebut cukup berisiko membutuhkan stamina yang prima.

Ketika fisik tidak dilatih secara baik rentan kelelahan sehingga berdampak pada keselamatan pendaki, sehingga bagi pemula pihaknya menyarankan untuk berkemah sebelum kembali turun.

Terlebih mereka yang melakukan trektok atau berkemah di Alun-Alun Surayakancana wajib mendaftarkan diri secara resmi di situs resmi TNGGP, sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan petugas dapat langsung melakukan penanganan atau evakuasi.

"Terlebih untuk pendaki tektok utamakan kesiapan fisik dan mental sebelum melakukan pendakian terdaftar secara resmi di situs TNGGP agar petugas dapat melakukan berbagai langkah cepat ketika dibutuhkan," katanya.

Di video yang viral di media sosial tampak relawan TNGGP melakukan evakuasi terhadap rombongan pendaki perempuan asal Jakarta yang berjumlah sekitar delapan orang yang mengalami kelelahan.

Evakuasi dilakukan malam hari dengan alat seadanya. Relawan menggunakan kain sarung untuk mengendong pendaki yang kelelahan, di mana sebagian besar diduga belum memiliki pengalaman melakukan tektok

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Suka banget sama imbauan ini karena memang ketenangan ...
    terimakasih bapak panglima,TNI siap menjaga keamanan masyarakat INdonesia
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Dinkes: Wabah ISPA Ancam Dua Kota di Provinsi Banten

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dinkes: Wabah ISPA Ancam Du...
Olahraga
Penonton Boleh Hadir di Sta...

Gelaran Liga Super Akan Dihadiri Penonton Tandang

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelaran Liga Super Akan Dih...
Daerah
BNPB: Karhutla di Magetan d...

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KAI Beri Promo Diskon Tiket...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
18 Agustus 2026 Cuti Bersama atau Tidak? Ini Daftar Libur dan Long Weekend Agustus

18 Agustus 2026 Cuti Bersama atau Tidak? Ini Daftar Libur dan Long Weekend Agustus

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.