Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 03:40 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPsikiater konsultan Dr. Gauruv Malhan kemudian menjelaskan bahwa Lewis mengalami gangguan kesehatan mental yang kompleks. Ia mengungkapkan bahwa sejak berusia 13 tahun, Lewis sudah menunjukkan perilaku serupa dengan meletakkan seekor katak mati di atas salib gereja.
Selama menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, Lewis juga pernah menyerang pasien lain dan bahkan mencoba menyerang dokter yang merawatnya.
Pengadilan Mahkota Southampton akhirnya memutuskan Lewis harus tetap menjalani perawatan di rumah sakit dengan tingkat keamanan tinggi. Ia hanya dapat dibebaskan jika pengadilan kesehatan mental atau Menteri Kehakiman menyatakan dirinya sudah tidak lagi membahayakan masyarakat.
Menariknya, ini bukan kali pertama Lewis berurusan dengan hukum. Pada 2003, ia pernah dipenjara setelah meneror seorang pendeta beserta keluarganya. Saat itu ia mengaku sebagai vampir, melakukan panggilan telepon bernada ancaman, menyalakan kembang api, dan memasang gambar-gambar cabul di papan pengumuman gereja.
Bagi warga New Forest, kawasan yang selama ini dikenal lewat legenda penyihir, ritual kuno, dan kisah-kisah supranatural, tindakan Lewis jauh lebih menyeramkan daripada cerita rakyat mana pun. Sebab kali ini, teror itu benar-benar terjadi dan meninggalkan trauma nyata bagi para korbannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!