Tingkatkan Kesiapsiagaan, Basarnas Lampung Perkuat Edukasi Mitigasi Erupsi Gunung Anak Krakatau
📅 Senin, 03 Agu 2026, 09:49 WIB | Oleh: Tim PenulisBANDARLAMPUNG – Kepala Kantor Basarnas Provinsi Lampung, Deden Ridwansah, mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kegawatdaruratan akibat bencana, khususnya erupsi Gunung Anak Krakatau, telah dilakukan sejumlah upaya, salah satunya memperkuat edukasi kepada masyarakat," ujar Kepala Kantor Basarnas Provinsi Lampung, Deden Ridwansah, di Bandarlampung, Senin (03/8).
Ia mengatakan edukasi yang diberikan kepada masyarakat yakni mengenai tata cara melakukan penyelamatan diri saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Basarnas ikut membekali masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan untuk memperkuat kemampuan warga ketika daerahnya terdampak bencana, sehingga mereka paham hal yang harus dilakukan dan paling tidak bisa menyelamatkan diri sendiri," katanya.
Selain untuk menyelamatkan diri sendiri, edukasi ini juga membekali masyarakat agar dapat membantu evakuasi keluarga atau warga sekitar sebelum tim Basarnas, TNI, maupun petugas lainnya tiba di lokasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Misalnya, wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan merupakan daerah yang jaraknya jauh dan membutuhkan waktu tempuh panjang. Dengan membekali masyarakat agar bisa melakukan evakuasi awal, risiko darurat dapat dikurangi secara mandiri. Oleh karena itu, pelatihan dan pemberdayaan ini terus kami lakukan," ucap dia.
Menurut dia, edukasi tersebut diberikan kepada masyarakat yang memiliki lokasi cukup dekat dengan Gunung Anak Krakatau dan berpotensi terdampak bila erupsi terjadi.
"Dalam melakukan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan melakukan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan di Desa Way Muli Lampung Selatan karena desa tersebut sempat terdampak erupsi pada akhir 2018. Dan masyarakat yang ada di Pulau Sebesi atau masyarakat yang ada di pulau sekitar terdekat dengan gunung," tambahnya.
Ia mengatakan langkah antisipatif tersebut harus terus dilakukan dengan unsur terkait secara berkelanjutan dalam rangka penguatan mitigasi. Sehingga bila kejadian kedaruratan terjadi dapat meminimalisir korban serta dampak negatif lainnya.
Diketahui sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami 19 kali erupsi sepanjang periode Juni hingga Juli 2026, dengan aktivitas vulkanik yang masih berada pada Level III (Siaga) hingga saat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!