Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

📅 Senin, 03 Agu 2026, 11:45 WIB | Oleh:
Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan Doc: ist
Ket. panen tebu

JAKARTA – Sebagai alternatif hilirisasi tebu untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani di tengah meningkatnya produksi tebu nasional akan didorong dengan pengembangan industri gula.

"Saat ini kita mendapat mandat untuk mewujudkan swasembada gula. Tebu sudah ditanam sejak 2025 dan akan terus berlanjut. Di sini petani menyampaikan ada alternatif selain diolah menjadi gula kristal putih, yakni gula merah tebu atau gula tumbu," kata Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat di Rembang, Minggu.

Kehadirannya di Rembang juga dimanfaatkan untuk meninjau pengolahan gula tumbu milik mitra petani Koperasi Perwira Cipta Mandiri (KPCM) di Desa Gegersimo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.

Menurut dia pengembangan gula tumbu dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung program swasembada gula. Apalagi, industri gula tumbu dapat menjadi solusi sementara di daerah yang kapasitas pabrik gulanya masih terbatas.

"Tidak semua hasil tebu dapat langsung diolah oleh pabrik gula karena kapasitasnya terbatas sambil menunggu pembangunan pabrik gula baru. Ternyata gula merah tebu ini juga memiliki pasar, termasuk untuk industri pembuatan kecap," ujarnya.

Abdul Roni mengapresiasi inovasi petani dalam mengembangkan gula tumbu. Namun, pihaknya menegaskan peningkatan standar higienitas harus menjadi perhatian utama apabila produksinya terus dikembangkan.

"Tugas pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat bersama-sama meningkatkan standar higienitas agar sesuai ketentuan. Itu menjadi prioritas," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan kunjungan Direktorat Jenderal Perkebunan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani tebu.

Dirjen Perkebunan juga bisa melihat langsung kondisi perkebunan di Rembang dan mendengar aspirasi para petani. Harapannya, hal itu dapat menjadi bahan dalam pengambilan kebijakan yang menguntungkan petani.

Menurut Agus persoalan utama yang disampaikan petani belum optimalnya kesiapan pabrik gula dalam menyerap hasil panen, padahal produksi tebu diproyeksikan meningkat melalui program bongkar ratoon.

"Yang paling utama kesiapan pabrik gula untuk menyerap hasil produksi tebu secara maksimal. Ketika program bongkar ratoon sudah berjalan dan produksi meningkat, tetapi pabrik gula belum siap, tentu hasilnya tidak akan optimal. Harapannya ada solusi agar semangat petani tebu tetap terjaga. Salah satu alternatif yang disampaikan ialah pengembangan gula tumbu," ujarnya.

Ia menjelaskan pemilihan Kebun Benih Datar di Desa Gegersimo sebagai lokasi kunjungan tidak direncanakan secara khusus, melainkan menyesuaikan agenda kunjungan kerja Direktorat Jenderal Perkebunan di Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan daerah tersebut menjadi salah satu sentra produksi tebu di Jateng. Saat ini luas areal tanaman tebu di Rembang berkisar 8.000-9.000 hektare dan ditargetkan meningkat menjadi 10.000-12.000 hektare sebagai salah satu syarat berdirinya pabrik gula.

"Harapan kami Rembang menjadi sentra tebu di Jateng. Jika luas tanam bisa mencapai 10.000 hingga 12.000 hektare, kami berharap Rembang dapat memiliki pabrik gula sendiri," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.