FIFA Batal Lepas Saham Piala Dunia, Gelombang Penolakan Paksa Infantino Mundur dari Rencana Kontroversial
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraTekanan terhadap Infantino semakin besar menjelang pemilihan Presiden FIFA tahun depan. Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk maju sebagai penantang petahana.
Kritik juga datang dari ranah politik. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menilai Infantino bukan sosok yang tepat untuk memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut.
Dalam proposal awalnya, FIFA berencana membentuk anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan valuasi mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp328 triliun. Entitas ini akan mengelola hak komersial Piala Dunia dan seluruh kompetisi FIFA.
Dana investasi Thrive Eternal, yang dikelola Thrive Capital milik Joshua Kushner, disebut-sebut akan memimpin kelompok investor. Joshua merupakan saudara Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hubungan dekat Trump dan Infantino turut menjadi sorotan, terlebih Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Meski demikian, Trump menegaskan dirinya tidak pernah membahas rencana investasi tersebut dengan Infantino.
Keputusan FIFA membatalkan proposal ini dipandang sebagai kemenangan bagi mayoritas federasi anggota yang menilai Piala Dunia merupakan aset paling berharga dalam sepak bola dunia dan tidak semestinya berada di bawah kepentingan investor swasta. Di sisi lain, FIFA kini harus mencari alternatif pendanaan lain untuk mendukung pengembangan sepak bola global tanpa mengorbankan kendali atas turnamen paling prestisius tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!