Mengapa Ceuta Jadi Magnet Migran? Menguak Krisis Perbatasan Spanyol-Maroko dan Sebab 50.000 Migran Bisa Menembus Perbatasan
📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 17:56 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SHingga kini belum ada penjelasan pasti. Pemerintah Maroko belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai mengapa begitu banyak orang dapat menyeberangi perbatasan dalam waktu bersamaan ataupun seberapa besar upaya aparat mereka untuk mencegahnya.
Namun sejumlah pengamat menilai peristiwa ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik kawasan, terutama rivalitas antara Maroko dan Aljazair, serta kunjungan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez ke Aljir beberapa waktu lalu.
Peristiwa serupa pernah terjadi pada Mei 2021. Saat itu, Maroko melonggarkan pengawasan perbatasan setelah berselisih dengan Spanyol yang mengizinkan pemimpin Front Polisario—gerakan kemerdekaan Sahara Barat—mendapat perawatan Covid-19 di rumah sakit Spanyol.
Sahara Barat sendiri merupakan wilayah yang diperebutkan Maroko dan Front Polisario. Daerah itu sebelumnya berada di bawah kekuasaan Spanyol hingga tahun 1975 sebelum diserahkan kepada Maroko dan Mauritania.
Sebaiknya Anda baca juga:
Krisis diplomatik tersebut baru mereda pada tahun 2022 setelah pemerintah Spanyol mengubah kebijakan yang selama ini netral menjadi mendukung proposal Maroko terkait Sahara Barat. Langkah itu justru membuat hubungan Madrid dengan Aljazair memburuk karena Aljazair merupakan pendukung utama Front Polisario.
Pada 20 Juli lalu, Sánchez melakukan kunjungan ke Aljir untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Kunjungan tersebut menandai membaiknya hubungan Spanyol dan Aljazair, tetapi diyakini kembali memicu ketegangan dengan Maroko.
Saat meninjau Ceuta, Sánchez mengatakan lonjakan migran dipicu oleh para penyelundup manusia yang menyebarkan rumor mengenai putusan terbaru Mahkamah Agung Spanyol. Rumor itu menyebut migran ilegal yang tiba melalui jalur laut tidak bisa langsung dipulangkan, sehingga mendorong ribuan orang mencoba masuk secara bersamaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peneliti migrasi dari Institut Studi Politik Internasional Italia, Matteo Villa, menilai faktor politik kemungkinan memainkan peran besar. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini merupakan versi yang jauh lebih besar dibandingkan krisis tahun 2021.
Villa menilai sangat tidak masuk akal apabila 50.000 orang dapat bergerak dalam semalam jika tidak ada perubahan dalam pengawasan perbatasan. Ia menduga Maroko sengaja melonggarkan pengamanan untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki kendali penuh atas arus migrasi menuju Eropa, sekaligus memperlihatkan betapa bergantungnya negara-negara Uni Eropa pada kerja sama dengan Rabat. Menurutnya, Maroko juga diuntungkan ketika melihat negara-negara Eropa saling berselisih akibat krisis tersebut.
Bagaimana respons Spanyol dan Uni Eropa?
Menghadapi situasi yang semakin memburuk, pemerintah Spanyol segera mengerahkan tambahan personel militer dan kepolisian untuk memulihkan keamanan di Ceuta. Perdana Menteri Pedro Sánchez menyebut gelombang penyeberangan massal tersebut sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorial Spanyol.
Rekaman kekacauan di perbatasan tidak hanya memicu krisis politik di dalam negeri, tetapi juga memperlihatkan perpecahan di Uni Eropa. Sejumlah politisi sayap kanan menyalahkan kebijakan pemerintah Spanyol yang melegalkan ratusan ribu migran ilegal pada tahun ini sebagai penyebab meningkatnya arus migrasi.
Pemerintah sayap kanan Italia bahkan menyerukan agar Spanyol dikeluarkan dari kawasan pergerakan bebas Schengen, meskipun Ceuta dan Melilla sebenarnya memiliki pengaturan khusus dan tidak sepenuhnya berada dalam sistem Schengen. Di saat yang sama, Prancis memutuskan memperketat pengawasan di perbatasannya dengan Spanyol sebagai langkah antisipasi terhadap dampak krisis migrasi tersebut.Versi ini mempertahankan seluruh informasi penting dari artikel asli, tetapi disusun dengan alur yang lebih naratif sehingga lebih nyaman dibaca sebagai naskah berita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!