Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Ceuta Jadi Magnet Migran? Menguak Krisis Perbatasan Spanyol-Maroko dan Sebab 50.000 Migran Bisa Menembus Perbatasan

📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 17:56 WIB | Oleh:
Mengapa Ceuta Jadi Magnet Migran? Menguak Krisis Perbatasan Spanyol-Maroko dan Sebab 50.000 Migran Bisa Menembus Perbatasan Doc: Istimewa
Ket. Ceuta, bersama Melilla yang berada sekitar 400 kilometer di sebelah timurnya di pesisir Mediterania Afrika Utara, merupakan satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika. Karena posisinya yang strategis, kedua wilayah ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu pintu masuk utama bagi para migran yang ingin mencapai Eropa.

MADRID - Wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, kembali menjadi sorotan dunia setelah sekitar 50.000 orang mencoba memasuki wilayah tersebut dari Maroko hanya dalam hitungan beberapa hari. Gelombang migrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya itu memicu kekacauan di perbatasan, menimbulkan krisis kemanusiaan, dan menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.

Dari The Guardian, jumlah pendatang yang mencoba memasuki Ceuta bahkan mencapai lebih dari dua pertiga populasi kota tersebut. Situasi sempat berada di luar kendali hingga pemerintah Spanyol mengerahkan aparat keamanan dalam jumlah besar untuk mengamankan wilayah perbatasan.

Hingga Jumat malam, lebih dari 37.500 migran telah dipulangkan ke wilayah Maroko, sementara ratusan lainnya terus dikembalikan setiap jam.

Ceuta, bersama Melilla yang berada sekitar 400 kilometer di sebelah timurnya di pesisir Mediterania Afrika Utara, merupakan satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika. Karena posisinya yang strategis, kedua wilayah ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu pintu masuk utama bagi para migran yang ingin mencapai Eropa.

Ceuta sendiri berada di bawah kekuasaan Spanyol sejak tahun 1580 dan dihuni oleh masyarakat Kristen serta Muslim yang selama ini hidup berdampingan. Hubungan masyarakat Spanyol dan Maroko di wilayah tersebut relatif harmonis, meski pemerintah Maroko hingga kini tidak mengakui Ceuta maupun Melilla sebagai wilayah Spanyol dan tetap menganggap keduanya sebagai wilayah yang diduduki.

Sebaiknya Anda baca juga:

Mengapa Ceuta menjadi sasaran utama para migran?

Bagi banyak orang dari Afrika maupun kawasan lain yang dilanda konflik atau kesulitan ekonomi, Spanyol dipandang sebagai pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Karena itu, Ceuta dan Melilla selalu dijaga ketat. Banyak migran yang berhasil masuk langsung dipulangkan ke Maroko, sementara sebagian lainnya ditempatkan di pusat penampungan sambil mengajukan permohonan suaka kepada pemerintah Spanyol.

Sebaiknya Anda baca juga:

Untuk mencapai Ceuta, sebagian besar migran berenang dari kota Fnideq di Maroko dengan jarak sekitar lima kilometer. Sebagian lainnya mencoba masuk melalui kota Belyounech yang letaknya lebih dekat.

Jalur ini bukan pertama kali memakan korban jiwa. Pada tahun 2022, sebanyak 23 orang tewas ketika sekitar 2.000 migran, sebagian besar berasal dari Afrika Sub-Sahara, berusaha menerobos perbatasan Melilla. Sementara pada tahun 2014, sedikitnya 14 orang meninggal di lepas pantai Ceuta ketika sekitar 200 migran mencoba memasuki wilayah Spanyol dengan memanjat pagar perbatasan atau berenang melewati pemecah gelombang.

Meski sering menjadi sorotan, jumlah migran yang tiba melalui Ceuta dan Melilla sebenarnya masih jauh lebih kecil dibandingkan mereka yang mencapai Spanyol melalui Kepulauan Canary maupun Balearic.

Secara keseluruhan, populasi imigran di Spanyol meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Dari sekitar 50 juta penduduk, hampir 10 juta di antaranya lahir di luar negeri. Banyak berasal dari Kolombia, Venezuela, dan Maroko, serta bekerja di sektor-sektor penting seperti pertanian, pariwisata, dan jasa.

Migrasi menuju Eropa melalui Laut Mediterania juga terus memakan korban. Data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat sedikitnya 35.153 migran meninggal atau hilang di Laut Mediterania sejak 2014. Selama tujuh bulan pertama tahun 2026 saja, sudah ada 1.493 orang yang tewas atau dinyatakan hilang.

Mengapa puluhan ribu migran bisa lolos sekaligus?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Wali Kota Apresiasi Program...
Luar Negeri
Krisis Ceuta Mengguncang Er...
Daerah
Ini yang Dilakukan PBD Kals...
Luar Negeri
Ada Tiga Tantangan dalam Ta...

Viral! 60 Ribu Migran Maroko Nekat Masuk Spanyol, Puluhan Tewas di Perbatasan

Viral! 60 Ribu Migran Maroko Nekat Masuk Spanyol, Puluhan Tewas di Perbatasan

01 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.