Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Elon Musk akan Pimpin Komisi Perang AS, Pejabat Pentagon Beri Peringatan

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 09:59 WIB | Oleh:
Elon Musk akan Pimpin Komisi Perang AS, Pejabat Pentagon Beri Peringatan Doc: AP
Ket. CEO Apple Tim Cook, Menhan AS Pete Hegseth, pendiri SpaceX Elon Musk, dan Menteri Keuangan Scott Bessent menghadiri upacara penyambutan Presiden Donald Trump oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026.

Dalam proyek yang diberi nama Proyek Meridien, Menteri Pertahanan AS meminta CEO SpaceX Elon Musk dan pendiri Anduril Palmer Luckey, bersama mantan Ketua DPR dari Partai Republik Newt Gingrich, untuk “memetakan lintasan peperangan di masa depan.” 

Seperti dilaporkan Politico, para pejabat Pentagon memperingatkan bahwa rencana Menteri Pertahanan Pete Hegseth agar dua kontraktor pertahanan membantu mengarahkan masa depan militer akan menimbulkan konflik kepentingan yang mengancam integritas jangka panjang departemen tersebut.

Pentagon hanya mengungkapkan sedikit detail tentang komisi tersebut atau ruang lingkup yurisdiksinya selain memo empat paragraph yang mengesahkannya dan penegasan bahwa AS perlu "mendominasi" generasi peperangan berikutnya.

Tidak jelas apakah inisiatif ini akan memberi para eksekutif pengaruh besar yang dinikmati Musk tahun lalu sebagai pemimpin Departemen Efisiensi Pemerintah Presiden Donald Trump. Namun, baik Musk maupun Luckey, memimpin perusahaan yang memiliki kontrak dengan Pentagon senilai miliaran dolar.

Sembilan pejabat saat ini dan mantan pejabat mengatakan bahwa akses istimewa apa pun dapat memungkinkan mereka menyalurkan lebih banyak bisnis ke pihak mereka.

“Ini sepenuhnya menunjukkan kemerosotan dan oligarki yang telah mengambil alih pemerintahan kita dan, dalam banyak kasus, secara langsung melalui pembelian pengaruh, kekuasaan, dan wewenang, terang-terangan tepat di depan kita,” kata Wes Bryant, seorang pensiunan sersan utama Angkatan Udara yang hingga tahun lalu memimpin penilaian dampak buruk terhadap warga sipil di Pentagon. “Mereka bahkan tidak berusaha menyembunyikannya lagi.”

Pentagon menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa proyek tersebut akan dipimpin oleh MITRE — sebuah organisasi nirlaba yang mengelola pusat penelitian yang didanai pemerintah federal — dengan bantuan tambahan dari Emil Michael, kepala petugas teknologi Pentagon.

Organisasi nirlaba tersebut, menurut pernyataan itu, akan bertanggung jawab atas analisis dan rekomendasi serta menerapkan "perlindungan konflik kepentingan dan informasi yang sesuai."

Kelompok tersebut telah mengadakan dua pertemuan di Pentagon, satu di antaranya dihadiri Senator Tom Cotton (R-Ark.) dan Phil Hegseth, adik laki-laki Pete Hegseth, yang menjabat sebagai penasihat di departemen tersebut.

Bukan hal yang aneh mendatangkan para ahli untuk peran penasihat. Para kepala pertahanan dari Partai Demokrat dan Republik di masa lalu telah menugaskan pejabat dan ahli yang berwawasan luas untuk mempercepat teknologi militer selama beberapa dekade — mulai dari gugus tugas era Eisenhower yang bertujuan untuk memikirkan kembali strategi militer AS terhadap Uni Soviet hingga inisiatif pemerintahan Obama untuk menghubungkan Departemen Pertahanan dengan Silicon Valley secara lebih baik.

Eric Schmidt memimpin upaya tersebut saat ia menjabat sebagai ketua eksekutif perusahaan induk Google, Alphabet.

Dan Gingrich — mantan kandidat presiden yang ketertarikannya meliputi bahaya senjata pulsa elektromagnetik— mewakili pilihan partisan yang lebih umum daripada Musk atau Luckey. Trump memilihnya untuk Dewan Kebijakan Pertahanan setelah pemilihan 2020, meskipun ia tidak pernah menduduki jabatan tersebut

Tetapi keputusan Hegseth untuk memberikan peran berpengaruh kepada Musk dan Luckey — para pemimpin kontraktor pertahanan yang kuat dan mantan donor Trump — lebih tidak biasa.

Jabatan ini mewakili satu lagi potensi kursi pengaruh bagi Musk, yang tahuun lalu memangkas pengeluaran, memecat staf, dan menyebarkan kekacauan di seluruh cabang eksekutif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
3.000 Agen Perlinsos Siap B...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...

Gempa Bumi M6.1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.