Kemenhut Bongkar Perdagangan Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 18:35 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali membongkar praktik perdagangan ilegal satwa liar dilindungi. Melalui Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatra, seorang pria berinisial RPS (23) ditetapkan sebagai tersangka.
RPS ditangkap karena kedapatan membawa satu karung sisik trenggiling. Selain itu juga membawa 16 paruh burung rangkong di Kota Padang, Sumatra Barat.
Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatra, Balai KSDA Sumatra Barat, dan Polda Sumatera Barat. Selain bagian tubuh satwa dilindungi, petugas turut menyita satu unit telepon genggam dan satu sepeda motor.
“Pengungkapan kasus di Padang menjadi bagian dari strategi memutus rantai perdagangan satwa liar secara menyeluruh. Perdagangan satwa liar harus ditangani sebagai satu rantai kejahatan dari hulu hingga hilir,” ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, dalam keterangannya, Jumat (31/7)
Menurut dia, sebelumnya Ditjen Gakkum Kehutanan juga telah mengungkap penyelundupan 3.053 kilogram sisik trenggiling yang diduga akan dikirim ke Kamboja serta 796,34 kilogram sisik trenggiling dari kapal berbendera Vietnam di Pelabuhan Merak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kasus di Padang menunjukkan pentingnya memutus mata rantai perdagangan sejak tahap perburuan dan pengumpulan sebelum masuk jaringan distribusi. Dwi menegaskan penyidik akan terus menelusuri seluruh pihak yang terlibat.
“Yakni mulai dari pemburu, pengumpul, pemasok, pengangkut, perantara hingga pihak yang memperoleh keuntungan dari perdagangan ilegal tersebut. Untuk itu, Kemenhut memperkuat penegakan hukum melalui patroli siber, pengembang intelijen, pemeriksaan aliran komunikasi, serta kerja sama,” ucap dia.
Kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi bagian tubuh satwa liar dilindungi di Kota Padang. Informasi tersebut kemudian dianalisis melalui patroli siber sebelum ditindaklanjuti dengan operasi lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Hari Novianto, memastikan akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan. Salah satunya terhadap perdagangan satwa liar dilindungi.
“Kami akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk memberantas perburuan dan perdagangan satwa dilindungi. Termasuk memperkuat pengawasan melalui Cyber Patrol dan Intelligence Centre,” ujar dia.
Saat ini RPS ditahan di Rutan Kelas IIB Anak Air, Padang. Tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Tersangka terancam hukuman penjara minimal tiga tahun penjara hingga maksimal 15 tahun. Serta denda antara Rp200 juta hingga Rp5 miliar. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!