Rehabilitasi Ekosistem Pesisir dengan Tanam 1.500 Bakau di Muaragembong
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim PenulisKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggandeng pihak swasta dari kalangan dunia usaha melakukan penanaman 1.500 bibit pohon bakau di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, sebagai upaya rehabilitasi ekosistem pesisir.
"Dalam kegiatan ini kami bersama dunia usaha dibantu masyarakat sekitar. Kami terus mendorong upaya konservasi lingkungan secara lebih masif, termasuk penanaman mangrove sebagai tanaman pelindung dari ancaman abrasi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait di Cikarang, Jumat.
Dia mengatakan, penanaman bibit pohon bakau ini terselenggara berkat kolaborasi bersama PT. Cikarang Listrindo sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap keberlangsungan lingkungan hidup, khususnya di wilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi.
Menurut dia aksi penanaman mangrove ini merupakan langkah konkret menghadapi berbagai tantangan pelestarian lingkungan yang saling berkaitan ditandai perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati maupun pencemaran.
"Bumi kita sedang menghadapi triple planetary crisis yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati dan pencemaran. Ketiga isu ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi hingga dan sosial," ujarnya.
Mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove, keberadaan tanaman ini memiliki manfaat ekologis yang sangat penting, mulai dari pengendalian abrasi, menjadi habitat keanekaragaman hayati hingga menyimpan karbon.
Selain manfaat ekologis, bakau juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir, seperti mendukung produktivitas perikanan, menjadi sumber bahan pangan serta dapat dikembangkan sebagai wahana edukasi dan wisata.
"Oleh karena itu, penanaman ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi sebuah langkah konkret dalam upaya kita menjaga kelangsungan ekosistem mangrove dan daerah pesisir," katanya.
Dirinya menegaskan keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman. Pemeliharaan dan keberlanjutan menjadi faktor penting agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.
"Pekerjaan ini tidak dapat selesai hanya dalam satu hari. Yang lebih penting adalah kebersamaan kita untuk merawat, menjaga dan melanjutkan upaya rehabilitasi pesisir secara berkelanjutan," ucapnya.
Risk & Compliance Associate Director PT. Cikarang Listrindo Tbk Winan Kusno mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan pengembangan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas dan ekonomi tetapi juga kelestarian lingkungan.
"Bagi kami, pengembangan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas maupun ekonomi masyarakat, tapi juga bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan yang menjadi tempat tinggal kita sekaligus sumber kehidupan masyarakat," katanya.
Winan menilai mangrove memiliki peran penting dalam menjaga wilayah pesisir. Ekosistem tersebut membantu melindungi garis pantai dari abrasi, mengurangi risiko banjir dan gelombang sekaligus menjadi habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting serta biota pesisir lain.
"Karena itu, 1.500 pohon yang kita tanam hari ini bukan sekadar jumlah bibit yang ditanam, tapi merupakan investasi bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan, terutama untuk masyarakat sekitar," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!