Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Lagi Jadi Beban, Sampah di Legok Nangka Disulap Jadi Listrik 40,79 MW

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Masalah terbesar muncul ketika timbulan sampah harian berubah menjadi timbunan yang tidak terkelola di hilir. Sampah yang terkelola sekitar 63,3 persen melalui sistem pengangkutan ke Tempat Pemrosesan akhir (TPA), bank sampah, atau fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Sampah tidak terkelola sekitar 35,67 persen atau setara dengan 20,2 juta ton sampah. Sampah itu berakhir dibakar secara terbuka, dibuang ke sungai, atau menumpuk menjadi timbunan liar yang mencemari lingkungan.

Di lain pihak terdapat overkapasitas TPA, karena mayoritas TPA di kota-kota besar Indonesia menggunakan sistem open dumping (penumpukan terbuka).

Pemerintah telah memperkuat regulasi untuk mengakselerasi pengembangan pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Berkaitan dengan Peraturan Presiden itu, Kementerian ESDM telah menindak lanjuti dengan kemudahan perizinan berusaha untuk PSEL, pengolahan sampah menjadi bioenergi, dan bahan bakar minyak terbarukan dalam satu klasifikasi lapangan usaha.

Selain itu, penetapan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang memuat rencana pengembangan PSEL dengan total kapasitas sebesar 452,7 MW dan fleksibilitas kapasitas pengembangan PSEL di luar kuota RUPTL.

Dia juga mengapresiasi Pemerintah Jawa Barat atas dukungan dan komitmen yang mendorong percepatan pembangunan proyek PSEL Legok Nangka.

Wamen ESDM juga memberi penghargaan kepada PT. Jabar Environmental Solution (JES) yang telah berinisiasi berkontribusi dalam pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

"Juga kepada Pemerintah Jepang yang telah mendorong perusahaan Jepang untuk melakukan investasi di bidang waste to energy yaitu Sumitomo Corporation dan Hitachi Zosen Corporation berpatungan dengan perusahaan nasional yaitu PT Energia Prima Nusantara," kata Wamen ESDM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Minta A...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Ajak Sejum...
Luar Negeri
Para Pemimpin G7 Kutuk Sera...

Sabu Senilai Rp15 Miliar Berhasil Disita Polisi

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Sabu Senilai Rp15 Miliar Be...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.