Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RUU Iklim Didorong Lindungi Kelompok Paling Rentan

📅 Senin, 21 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RUU Iklim Didorong Lindungi Kelompok Paling Rentan Doc: antara
Ket. Rony Megawanto Direktur Program Yayasan KEHATI - RUU Pengelolaan Perubahan Iklim ini mesti bisa menjaga keseimbangan antara upaya mitigasi dan adaptasi.

Perubahan iklim memicu kenaikan muka air laut, kekeringan, karhutla, banjir, dan hilangnya keanekaragaman hayati, yang paling berdampak pada masyarakat adat, miskin, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.

Jakarta – RUU Pengelolaan Perubahan Iklim didorong tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga memperkuat adaptasi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta masyarakat rentan yang paling terdampak krisis iklim, seperti masyarakat adat, petani, nelayan, dan kelompok berpenghasilan rendah.

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) mendorong agar kebijakan perubahan iklim nasional mengintegrasikan upaya mitigasi dan adaptasi secara seimbang.

Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto mengatakan keseimbangan tersebut perlu menjadi bagian penting dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengelolaan Perubahan Iklim.

"RUU Pengelolaan Perubahan Iklim ini mesti bisa menjaga keseimbangan antara upaya mitigasi dan adaptasi," kata Rony, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Sabtu (19/9).

Menurut KEHATI, perubahan iklim telah memicu kenaikan muka air laut, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, banjir, hingga kehilangan keanekaragaman hayati. Dampak tersebut paling berat dirasakan masyarakat adat, masyarakat miskin, penyandang disabilitas, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya.

KEHATI menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya prinsip keadilan iklim dalam regulasi. Masyarakat yang kontribusinya terhadap emisi karbon relatif kecil justru dapat menghadapi dampak perubahan iklim yang lebih besar.

Selain itu, perubahan iklim dan keanekaragaman hayati memiliki keterkaitan erat. Keanekaragaman hayati dan ekosistem berperan sebagai penyerap karbon alami, sedangkan perubahan iklim dapat mempercepat kerusakan ekosistem dan kehilangan spesies. Kerusakan tersebut pada akhirnya berpotensi memperburuk dampak perubahan iklim serta menurunkan kualitas hidup masyarakat.

KEHATI menilai adaptasi bagi masyarakat rentan, wilayah pesisir, dan pertanian lahan kering masih membutuhkan perhatian serta pendanaan yang memadai. Kebijakan pembangunan juga perlu diselaraskan agar tidak meningkatkan tekanan terhadap lingkungan dan emisi gas rumah kaca.

"Selama ini strategi adaptasi kita masih fokus pada mengurangi resiko perubahan iklim. Padahal ada strategi lain yang perlu diarusutamakan dalam upaya adaptasi, yaitu memanfaatkan peluang dari terjadinya perubahan iklim (climate opportunities)," ujar Rony.

Aspek Keadilan

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan RUU PPIB ditargetkan mulai dibahas secara resmi di parlemen sebelum akhir 2026.

"Kita targetkan Undang-Undang ini bisa dibahas mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini untuk pembahasan resminya. Jadi semakin cepat kita bisa membahasnya tentu semakin baik," ucapnya.

Aspek keadilan juga menjadi bagian penting agar kebijakan pengendalian perubahan iklim memberikan perlindungan kepada kelompok yang paling terdampak, seperti masyarakat pesisir, petani, nelayan, perempuan, balita, lansia, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Megapolitan
Safari Integritas Diperluka...
Nasional
Rumput Laut RI Berpotensi J...
Luar Negeri
Target Akhiri Kelaparan Glo...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.