Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jawa-Bali Masih Jadi Lumbung Atlet Basket Usia Dini Indonesia

📅 Senin, 21 Sep 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jawa-Bali Masih Jadi Lumbung Atlet Basket Usia Dini Indonesia Doc: Antara
Ket. Dokumentasi pembinaan bola basket usia dini di DBL Aacademy di Jakarta Timur, Selasa (21/7).

Jakarta - Pulau Jawa dan Bali masih menjadi pusat pertumbuhan atlet bola basket usia dini di Indonesia seiring meluasnya pembinaan dasar yang menekankan kemampuan individu, karakter, nutrisi, dan pengalaman bermain.

"Jakarta, Surabaya, Bandung, dan sejumlah daerah di Jawa hingga Bali konsisten melahirkan pemain muda namun potensi daerah lain juga menunjukkan pertumbuhan," kata Basketball Director DBL Academy Dimaz Muharri, Minggu (20/7).

Ia menjelaskan pembinaan usia dini seharusnya tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai ukuran utama. Proses latihan perlu memberi ruang kepada anak untuk menikmati permainan dan membangun kemampuan dasar sebelum memasuki kompetisi.

"Yang paling penting karena di usia dini itu memang belum saatnya mereka berkompetisi dan bahkan menjadi beban," ujar legenda Indonesia Basketball League (IBL) berjuluk "Raja Steal" itu.

Dimaz mengatakan DBL Academy kini memiliki empat cabang, yakni dua di Surabaya serta masing-masing satu di Yogyakarta dan Jakarta. Kurikulum pembinaan tidak hanya mencakup teknik bola basket, tetapi juga pembentukan karakter dan edukasi nutrisi.

Pendekatan mini basketball diterapkan bagi kelompok usia lima hingga 12 tahun. Dalam latihan dan pertandingan, skor tidak ditampilkan sehingga anak-anak tidak dibebani tekanan untuk menang atau kalah.

Pembinaan juga diarahkan pada penguatan kemampuan individu sebagai pelengkap latihan di klub yang umumnya lebih berorientasi pada permainan tim.

Materi seperti passing, dribble, shooting, dan body movement menjadi fondasi sebelum pemain berkembang menuju tahap kompetisi yang lebih tinggi. Kemampuan dasar seperti berlari, melompat, dan koordinasi tubuh juga perlu dikuasai sejak dini untuk mendukung perkembangan keterampilan teknis dan kesiapan fisik.

Sebagai Basketball Director, Dimaz bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan di seluruh cabang DBL Academy sekaligus memberikan arahan kepada pelatih mengenai metode latihan sesuai karakter peserta didik.

Ia menyebut sejumlah alumni akademi telah menorehkan prestasi dalam turnamen tingkat SMP dan SMA, bahkan masuk tim nasional. Mereka antara lain Inez Angelina Welly dan Praisey Blessed serta sejumlah pemain lainnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Ratana Arya menilai berbagai kejuaraan dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus menambah pengalaman bertanding pemain muda.

Menurut dia, pembinaan bola basket perlu dilanjutkan dengan keikutsertaan dalam turnamen atau kompetisi berjenjang yang berkualitas.

"Setiap penyelenggaraan kejuaraan akan menjadi wadah untuk pembinaan dan pengembangan bola basket kelompok usia," ujar dia.

Ratana mengatakan kompetisi yang digelar DPP Perbasi maupun pihak swasta memberi kesempatan atlet muda meningkatkan mental dan teknik bermain. Ajang seperti DBL Indonesia, High School Basketball Championship (HSBC) 2026, dan berbagai kompetisi lainnya menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bola basket nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.