Genjot Produksi, Kementan Kenalkan Inovasi Pertanian Modern
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kalau populasinya meningkat, maka kebutuhan nutrisinya juga harus disesuaikan. Karena itu penggunaan pupuk, termasuk pupuk silika untuk memperkuat batang tanaman, menjadi bagian penting dalam penerapan PM-AAS," jelasnya.
Saat ini PMAAS telah diterapkan di 15 provinsi dengan luasan sekitar 2.000 hektare. Berdasarkan hasil penerapan di lapangan, metode tersebut mendapat respons positif dari petani. Di Kabupaten Sidenreng Rappang dan Soppeng, Sulawesi Selatan, produktivitas padi bahkan mampu mencapai sekitar 11 ton per hektare.
Diadopsi petani
Antusiasme terhadap PM-AAS juga terlihat dari peserta EduTani Mini Talkshow Kementerian Pertanian di Inagritech 2026. Saputro, petani asal Sumatera Barat, mengaku tertarik mengadopsi metode tersebut setelah mengikuti paparan mengenai manfaat PMAAS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya tadi mengikuti diskusi yang disampaikan Pak Amin tentang PM-AAS. Menurut saya, PM-AAS sangat menarik dan sebagai petani di Sumatera Barat saya akan mencoba teknologi baru ini. Harapan saya, para penyuluh pertanian semakin masif menyosialisasikan PM-AAS agar peningkatan produksi yang diharapkan Bapak Menteri Pertanian dan Bapak Presiden dapat terealisasi di seluruh wilayah," ujar Saputro.
Melalui ajang Inagritech 2026, Kementerian Pertanian berharap inovasi PM-AAS semakin dikenal luas dan diadopsi oleh petani di berbagai daerah sebagai bagian dari percepatan modernisasi pertanian Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!