Cip Penglihatan Hemat Energi Dikembangkan Tim Ilmuwan Dipimpin Tiongkok
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 16:52 WIB | Oleh: OpikBEIJING, TIONGKOK - Satu tim peneliti yang dipimpin oleh Tiongkok mengembangkan jenis cip penglihatan yang mengubah cahaya secara langsung menjadi token, sehingga memangkas berbagai tahapan pemrosesan yang biasanya mengonsumsi daya dan memperlambat kinerja.
Studi yang dilakukan bersama oleh Universitas Nanjing dan Universitas Nasional Singapura tersebut telah diterbitkan pada Rabu (19/8) di jurnal Nature Sensors.
Berbeda dengan sensor konvensional, yang menangkap cahaya lalu mendigitalkannya, melakukan buffer, kemudian mentransfer data sebelum menghasilkan token, perangkat baru ini melakukan konversi tersebut di ranah fisik.
Cip ini dilengkapi dengan serangkaian piksel khusus yang masing-masing mampu mendeteksi cahaya secara serempak, menyimpan data secara lokal, dan melakukan komputasi.
Sirkuit periferal pada cip tersebut dapat mengaktifkan wilayah piksel secara selektif untuk membagi sebuah citra menjadi beberapa blok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terhadap setiap blok yang dipilih, urutan tegangan tertentu diterapkan, sehingga informasi optik yang disimpan bisa melakukan operasi matematis secara langsung dalam ranah analog, dengan arus output berfungsi sebagai token.
"Cip ini secara fisik meniadakan proses perpindahan data, yang merupakan sumber utama pemborosan energi," ujar Liang Shijun, seorang profesor di Universitas Nanjing.
"Begitu cahaya masuk, token dihasilkan," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendekatan ini, yang disebut sebagai "tokenisasi fisik," mengubah cip tersebut dari perekam gambar pasif menjadi penghasil visual-semantik yang aktif, ujar Liang.
Dalam pengujian, sistem yang menggunakan cip tersebut mencapai akurasi pengenalan gambar hingga 87,3 persen, mendekati tolok ukur perangkat lunak konvensional, serta meningkatkan efisiensi energi lebih dari 10 kali lipat selama tahap tokenisasi, tambahnya.
"Desain ini membalikkan urutan tradisional 'penginderaan-buffer-komputasi' dan membuka jalan baru untuk mengatasi hambatan daya dan komputasi pada Edge AI di era pasca-Moore," ujar Miao Feng, seorang profesor di Universitas Nanjing.
Dia menambahkan bahwa teknologi tersebut dapat menyediakan fondasi penglihatan yang sangat efisien dengan latensi hampir nol untuk kecerdasan berwujud (embodied intelligence), drone, serta keamanan pintar, sekaligus mempercepat penerapan AI fisik dalam skala besar. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!