Dua Korban Pasutri OAP Ditemukan! 1 Warga Suku Unaukam Masih Dicari TNI
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
MIMIKA –Upaya mencari korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan beberapa hari lalu menemui titik terang. Koops TNI Habema, satuan komando operasi TNI yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua menemukan dua jenasah korban.
Satuan tersebut harus menembus pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer, menghadapi cuaca ekstrem, hingga berhadapan langsung dengan kelompok bersenjata OPM, prajurit TNI dari Satuan Tugas Habema tetap melangkah maju.
Bukan untuk mencari pertempuran, melainkan menjalankan misi kemanusiaan dengan membawa pulang warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Misi tersebut tidak berlangsung mudah. Lokasi kejadian berada sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dengan kondisi geografis didominasi pegunungan terjal dan akses yang sangat terbatas. Meski dihadapkan medan berat dan berbagai tantangan di lapangan, prajurit TNI tetap melakukan penyisiran secara bertahap demi memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan layak.
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, menjelaskan proses pencarian diawali dengan ditemukannya jejak darah yang mengarah ke lokasi para korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menemukan jejak darah terlebih dahulu, kemudian menelusurinya hingga mengarah ke lokasi korban. Saat proses penyisiran berlangsung sekitar pukul 11.20 hingga 11.40 WIT, pasukan kami mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata OPM hingga terjadi kontak tembak. Mereka sudah menunggu kami, namun seluruh personel mampu mengantisipasi situasi tersebut sehingga misi kemanusiaan tetap dapat dilanjutkan," ujarnya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, prajurit TNI menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban yang diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe.
Sementara itu, satu korban lainnya yang merupakan seorang perempuan dari Suku Unaukam hingga kini masih dalam proses pencarian. Identitas lengkapnya masih terus didalami aparat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mayjen TNI Yudha Airlangga menegaskan keselamatan warga sipil selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
"Sebagai seorang prajurit, kami sudah memahami setiap risiko dalam menjalankan tugas. Namun, ketika yang kami hadapi adalah warga sipil yang menjadi korban kekerasan, kami tidak bisa tinggal diam. Medannya berat, cuacanya tidak bersahabat, bahkan kami sempat mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata. Tidak ada satu pun prajurit yang mundur. Prioritas kami hanya satu, memastikan para korban dapat dievakuasi dan kembali kepada keluarganya dengan layak. Tidak boleh ada rasa takut yang mengalahkan nilai kemanusiaan," tegasnya.
Saat ditemukan, kondisi kedua jenazah sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya tindakan yang tidak manusiawi. Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, kedua korban dibawa ke RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan pihak berwenang.
Proses evakuasi tersebut juga dipantau langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sebagai bentuk perhatian terhadap penanganan para korban.
Bantah Narasi Hoax OPM
Dalam kesempatan yang sama, Mayjen Yudha Airlangga membantah tegas narasi yang disebarkan kelompok OPM yang menyebut para korban merupakan bagian dari intelijen TNI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!