Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mati Listrik di Tengah Gelombang Panas, Warga Libya Ngamuk Blokade Jalan

📅 Senin, 27 Jul 2026, 19:27 WIB | Oleh:
Mati Listrik di Tengah Gelombang Panas, Warga Libya Ngamuk Blokade Jalan Doc: AFP

TRIPOLI - Sejumlah wilayah di ibu kota Libya, Tripoli, dilanda aksi protes sejak Minggu (26/7) malam hingga Senin (27/7) menyusul memburuknya kondisi kehidupan dan layanan publik, menurut laporan media resmi setempat.

Kantor Berita Libya (LANA) melaporkan bahwa para pengunjuk rasa mengecam krisis listrik, pemutusan pasokan air yang berulang, lemahnya sistem kesehatan, serta tingginya inflasi.

Menurut LANA, demonstran membakar ban kendaraan di kawasan Tajoura, Souq al-Jumaa, Al-Sarraj, Janzour, Zawiyat al-Dahmani, dan Al-Dhahra, serta memblokade sejumlah persimpangan jalan.

Mereka juga memasang penghalang di depan sejumlah lembaga publik, termasuk Kementerian Luar Negeri dan kantor Libya National TV di kawasan Zawiyat al-Dahmani.

Penghalang juga dipasang di depan gedung Audit Bureau dan kantor pusat Telecommunications Holding Company di kawasan Al-Nofliyeen. Para pengunjuk rasa menyebut tindakan tersebut sebagai awal dari aksi pembangkangan sipil.

Aksi protes berlangsung bersamaan dengan gelombang panas ekstrem yang melanda Libya selama beberapa hari terakhir, yang menyebabkan pemadaman listrik berlangsung lebih dari 14 jam di beberapa lingkungan permukiman.

Dalam aksi tersebut, massa meneriakkan slogan seperti, "Rakyat menginginkan keadilan yang menghukum mereka yang menghamburkan uang rakyat," "Uang rakyat adalah amanah di tangan kalian," dan "Listrik? Ke mana miliaran itu pergi?"

Pemerintah Persatuan Nasional (Government of National Unity/GNU) yang dipimpin Abdul Hamid Dbeibeh telah berupaya mengatasi krisis listrik sejak 2021. Kondisi pasokan listrik sempat menunjukkan perbaikan yang signifikan pada periode 2023 hingga 2025.

Libya hingga kini masih terpecah antara dua pemerintahan yang saling bersaing, yakni Pemerintah Persatuan Nasional yang diakui secara internasional, dipimpin Dbeibeh dan berkedudukan di Tripoli serta menguasai wilayah barat Libya, dan pemerintahan yang ditunjuk Dewan Perwakilan Rakyat pada awal 2022, kini dipimpin Osama Hammad dan berkedudukan di Benghazi, yang menguasai wilayah timur dan sebagian besar wilayah selatan.

Selama bertahun-tahun, Misi Dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya (UN Support Mission in Libya/UNSMIL) berupaya memediasi penyelesaian politik yang mengarah pada penyelenggaraan pemilu. Banyak warga Libya berharap pemilu dapat mengakhiri perpecahan politik dan konflik bersenjata yang terus berlangsung sejak tergulingnya Muammar Gaddafi pada 2011. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.