Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Thuk' Kali Wonosari, Oase Harapan Warga Gunungkidul saat Kekeringan Kemarau

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 06:42 WIB | Oleh:

Warga Dusun Duwet lainnya, Wahyu (34), juga menggantungkan kebutuhan air keluarganya pada air mata itu. Ia bergantian mengantre bersama warga lain sambil membawa dua jeriken berkapasitas masing-masing 30 liter.

"Saya bawa dua jeriken, diangkut pakai motor yang bagian belakangnya sudah dimodifikasi," katanya.

Menurut Wahyu, tradisi ngangsu banyu hanya dilakukan saat musim kemarau, terutama ketika kekeringan melanda. Ketika musim hujan, kebutuhan air warga umumnya tercukupi melalui penampungan air hujan yang dimiliki hampir setiap rumah.

Bertahan di tengah krisis air

Sebagian besar desa di Kapanewon Tepus merasakan dampak kekeringan setiap musim kemarau. Warga memanfaatkan mata air yang masih tersisa sebelum benar-benar mengering.

Di sejumlah wilayah, jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga belum menjangkau seluruh permukiman. Sebagian warga akhirnya memilih membeli air bersih dari penyedia jasa truk tangki.

"Itu pun harus mengantre. Waktu tunggunya bisa sampai dua minggu," kata Wiwin.

Karena itu, meskipun tampak keruh, air dari thuk Kali Wonosari tetap menjadi penolong bagi warga. Sebelum dikonsumsi, air tersebut terlebih dahulu direbus dan disaring untuk mengurangi endapan.

"Nanti biasanya bulan Agustus sampai September warga yang mengambil air akan semakin banyak, sementara debit airnya justru semakin menipis," ujarnya.

Upaya mengatasi kekeringan

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya menangani dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan 636 ribu liter air bersih ke berbagai daerah terdampak.

"Itu baru dari BPBD. Dropping air juga dilakukan oleh pemerintah kapanewon masing-masing, tetapi datanya belum seluruhnya kami terima," katanya. Kapanewon merupakan daerah setingkat kecamatan di DIY.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Olahraga
Tekad Tim Kuadran Putri Men...
Nasional
Optimalkan Talenta Indonesi...
Advertisement
Yenny Wahid Harap 4 Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Final Speed Borong Emas

Yenny Wahid Harap 4 Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Final Speed Borong Emas

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.