Pengawal Wakil Presiden AS JD Vance Diinvestigasi Soal Kebocoran Informasi Rahasia
📅 Jumat, 24 Jul 2026, 19:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWASHINGTON DC – Dinas Rahasia Amerika Serikat (US Secret Service/USSS) tengah menyelidiki seorang agen yang bertugas dalam tim pengamanan Wakil Presiden AS, JD Vance. Agen tersebut diduga membocorkan informasi sensitif yang berkaitan dengan keamanan operasional, sehingga memicu penyelidikan administratif dan kemungkinan proses pidana.
Dari Fox News, Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, membenarkan adanya penyelidikan tersebut, Kamis (23/7). Namun, ia menolak mengungkap rincian kasus karena proses investigasi masih berlangsung.
"Seorang anggota Divisi Perlindungan Wakil Presiden sedang menjadi subjek penyelidikan administratif, dan potensi penyelidikan kriminal, yang melibatkan tuduhan membahayakan keamanan operasional dan informasi," kata Anthony Guglielmi kepada Fox News.
Ia menegaskan bahwa lembaganya tidak akan mentoleransi tindakan apa pun yang dapat membahayakan keselamatan pejabat negara yang berada di bawah perlindungan Secret Service.
"Segala tindakan yang berpotensi mengancam keselamatan orang yang dilindungi tidak akan ditoleransi," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kasus ini mencuat di tengah laporan mengenai meningkatnya ketegangan di internal tim pengamanan JD Vance. Media MS Now sebelumnya melaporkan adanya rasa frustrasi di kalangan agen Secret Service akibat seringnya permintaan perjalanan pribadi maupun keluarga yang dilakukan secara mendadak dan tidak tercatat dalam jadwal resmi.
Salah satu contoh yang disorot adalah rencana penggunaan helikopter Marine Two untuk mengantar putra Vance mengikuti pelajaran golf. Penerbangan tersebut akhirnya dibatalkan sehari setelah laporan media diterbitkan.
Pemerintahan Presiden Donald Trump membela penggunaan helikopter tersebut dengan alasan efisiensi pengamanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut pihak administrasi, penggunaan Marine Two justru mengurangi kebutuhan iring-iringan kendaraan di jalan raya sehingga dapat meminimalkan penutupan jalan, mengurangi beban aparat kepolisian setempat, dan menghindari gangguan bagi masyarakat.
Sejumlah agen, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, juga mengungkapkan bahwa perjalanan "off the record" (OTR) sering kali memaksa tim keamanan membatalkan agenda pribadi dan menyusun rencana pengamanan dalam waktu yang sangat singkat.
Salah seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada MS Now bahwa kelelahan mulai dirasakan oleh tim pengamanan.
"Tim khusus itu sudah lelah karena mereka tidak mendapatkan pemberitahuan yang memadai dan hampir semuanya berubah menjadi tugas di luar jadwal resmi. Vance tampaknya masih berpikir ia bisa bergerak bebas seperti saat masih menjadi senator," ujar sumber tersebut.
Meski demikian, kantor Wakil Presiden JD Vance menegaskan hubungan mereka dengan Secret Service tetap berjalan baik.
Juru bicara Vance menyampaikan apresiasi atas profesionalisme para agen yang setiap hari bertugas melindungi wakil presiden beserta keluarganya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!