Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Anak Paus Mati di Argentina, Infeksi Bakteri Jadi Dugaan Utama

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ratusan Anak Paus Mati di Argentina, Infeksi Bakteri Jadi Dugaan Utama Doc: AFP
Ket. Para ilmuwan menduga infeksi bakteri menjadi penyebab misterius kematian ratusan anak paus sikat selatan yang terdampar di sejumlah pantai di wilayah Patagonia, Argentina.

Puerto Madryn - Infeksi bakteri diduga menjadi penyebab kematian ratusan anak paus di wilayah Patagonia, Argentina selatan. Seorang pakar mamalia laut mengatakan kematian paus muda tersebut menjadi tren mengkhawatirkan yang berlangsung sejak Juni.

Pada pekan ini, puluhan anak paus jenis southern right whale atau paus sikat selatan kembali ditemukan mati dan terdampar di sejumlah pantai di Provinsi Chubut bagian selatan.

"Tingkat kematian (di kalangan paus muda) cukup tinggi, khususnya pada musim ini," kata Mariano Coscarella, peneliti di Laboratorium Mamalia Laut Dewan Riset Nasional Argentina (Conicet), kepada AFP, Kamis (25/9).

Coscarella yang berbasis di Puerto Madryn, salah satu tujuan utama wisata pengamatan paus di pesisir Atlantik, mengatakan dokter hewan menduga kematian tersebut berkaitan dengan wabah erisipelas.

Erisipelas merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri yang umum ditemukan pada kulit mamalia. Namun, para peneliti masih menyelidiki penyebab pasti kematian paus-paus muda tersebut.

"Tampaknya ini disebabkan oleh faktor alam, tetapi kami tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan pengaruh aktivitas manusia," kata Coscarella.

Pemerintah Provinsi Chubut pada Rabu mengatakan pihaknya bekerja sama dengan komunitas ilmiah untuk mengungkap penyebab kematian paus tersebut.

Pemerintah setempat menyebut penelitian awal menunjukkan kematian itu kemungkinan disebabkan oleh "bakteri laut yang umum ditemukan".

Puerto Madryn dan Semenanjung Valdes yang berada di dekatnya merupakan kawasan penting bagi perkembangbiakan paus sikat selatan. Spesies tersebut dapat tumbuh hingga panjang 17 meter dan memiliki berat rata-rata sekitar 40 ton, atau setara dengan bobot empat ekor gajah.

Sebanyak 2.110 paus tercatat di kawasan tersebut pada 2025, termasuk 800 paus muda. Jumlah itu menjadi rekor tertinggi yang pernah tercatat di wilayah tersebut.

Pada tahun ini, pihak berwenang telah menghitung 1.375 paus, termasuk hampir 400 anak paus, kata Coscarella.

Meski terjadi peningkatan kematian paus muda, Coscarella mengatakan kondisi tersebut "tidak menimbulkan bahaya dalam jangka menengah" bagi populasi paus di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa paus sikat selatan memiliki usia hidup rata-rata sekitar 60 tahun, sehingga kematian anak paus dalam jumlah tersebut belum dianggap mengancam populasi secara keseluruhan dalam jangka menengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

25 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...
Megapolitan
Universitas New York dan Ja...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.