Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Ajak Masyarakat Kelola Pangan Lebih Bijak dengan Kurangi Sampah Makanan

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 07:30 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Ajak Masyarakat Kelola Pangan Lebih Bijak dengan Kurangi Sampah Makanan Doc: antara foto
Ket. Kelola pangan dengan bijak.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak masyarakat serta pengelola usaha untuk mengelola pangan secara lebih bijak, salah satunya melalui pengurangan sampah dari sumber.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan pengurangan sisa makanan dari rumah tangga dan tempat usaha akan memberikan dampak langsung terhadap berkurangnya beban sistem pengelolaan sampah kota.

“Semakin sedikit makanan yang terbuang, semakin kecil pula volume sampah yang harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah. Karena itu, pengurangan sisa makanan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Jakarta,” kata Dudi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7).

Melalui gerakan "Warga Jakarta Bijak Pangan" dan "Gerakan Pilah Sampah", kata dia, masyarakat didorong untuk merencanakan konsumsi, mencegah makanan terbuang, memanfaatkan bahan pangan yang masih layak, serta memilah sampah sejak dari rumah.

Menurut dia, masyarakat dapat berkontribusi melalui sejumlah langkah sederhana, antara lain merencanakan belanja sesuai kebutuhan, mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan, mengolah kembali bahan pangan yang masih layak, serta memisahkan sampah organik dan anorganik.

Gerakan yang dilaksanakan bersama Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) tersebut juga melibatkan komunitas serta pelaku usaha sektor hotel, restoran, dan katering.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dudi menuturkan saat ini, Jakarta menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari. Hampir separuh dari jumlah tersebut merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.

“Sampah sisa makanan yang terus meningkat memberikan beban besar terhadap sistem pengelolaan sampah perkotaan. Karena itu, pengurangannya harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola pangan,” tutur Dudi.

Sementara itu, Executive Director IBCSD Indah Budiani mengungkapkan Gerakan "Warga Jakarta Bijak Pangan" mendorong masyarakat memandang sisa makanan sebagai persoalan yang dapat dicegah melalui perubahan kebiasaan.

“Masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan benar agar lebih tahan lama, mengolah kembali makanan yang masih layak, hingga menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan,” ungkap Indah.

Dia menilai perubahan kebiasaan di rumah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh jutaan warga Jakarta.

Selain mengurangi sampah, sambung dia, pengelolaan pangan yang bijak juga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga dan memperkuat kepedulian sosial. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.