Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ingin Pacu Produksi Green Hydrogen yang Kompetitif, Fokusnya harus ke PLTS

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ingin Pacu Produksi Green Hydrogen yang Kompetitif, Fokusnya harus ke PLTS Doc: antara
Ket. Green Hydrogen

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan biaya produksi hidrogen, khususnya green hydrogen dapat ditekan menjadi lebih murah melalui pemanfaatan listrik berlebih (excess) dari sumber seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi di Jakarta, Rabu (22/7) mengatakan pemanfaatan listrik yang tidak terserap oleh sistem kelistrikan dapat dialihkan untuk memproduksi hidrogen.

“Hidrogen itu bisa murah jika kita produksi dari excess listrik. Jadi, kalau excess listrik bisa dari PLTA, bisa dari PLTS,” kata Eniya.

Potensi tersebut semakin besar seiring dengan pengembangan kapasitas PLTS nasional. Apabila kapasitas PLTS mencapai 100 gigawatt (GW), listrik yang dihasilkan pada saat beban rendah dapat dimanfaatkan untuk produksi hidrogen tanpa harus bergantung pada penyimpanan energi menggunakan baterai.

“PLTS 100 gigawatt yang utilisasinya besar, itu tidak perlu baterai. Jika siang hari masuk ke grid dan demand-nya nggak ada, bisa kita alihkan untuk memproduksi hidrogen,” katanya.

Diketahui, biaya produksi green hydrogen berada di angka 3-7 dollar AS per kilogram, biaya produksi grey hydrogen di angka 1-2 dollar AS per kilogram, blue hydrogen 1,5-3 dollar AS per kilogram, dan natural hydrogen 0,5-1,5 dollar AS per kilogram.

Eniya menuturkan, hidrogen memiliki peluang besar untuk mendukung kebutuhan industri nasional, terutama sektor pupuk dan kimia, mengingat sejumlah kebutuhan bahan baku industri saat ini yang masih bergantung pada impor.

Lebih lanjut, Eniya menjelaskan bahwa hidrogen merupakan energi sekunder yang dihasilkan dari energi primer, sehingga pengembangannya sangat bergantung pada ketersediaan sumber energi. “Kalau hidrogen itu lebih ke secondary energy, dihasilkan dari energi primer lalu dibangkitkan,” katanya.

Selain hidrogen hijau, Kementerian ESDM juga melihat potensi pengembangan hidrogen alami (natural/white hydrogen) yang berasal langsung dari perut bumi sebagai salah satu sumber energi primer potensial di masa depan.

Akselerasi Besar-Besaran

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa sependapat bahwa harga listrik adalah kunci agar green hydrogen bisa bersaing. “Pada dasarnya hidrogen hijau bisa murah atau bersaing dengan hidrogen abu-abu, yang diproduksi dari gas alam dengan syarat harga listrik harus murah,” kata Fabby.

Saat ini, harga hidrogen abu-abu atau grey hydrogen berkisar 2-4 dollar AS per kg. Sementara harga green hydrogen masih di kisaran 4-6 dollar AS per kg. Untuk membuat harga hidrogen hijau sebanding dengan hidrogen abu-abu maka harga listrik harus lebih murah, sekitar 0,03-0,04 dollar AS per kWh,” jelas Fabby.

Untuk mencapai harga listrik setara itu pemerintah harus mengakselerasi pembangunan pembangkit energi terbarukan besar-besaran. Tujuannya agar tercapai skala keekonomian.

Dari berbagai sumber EBT, Fabby menilai PLTS adalah yang paling realistis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.